Mengawali perdagangan, IHSG dibuka turun tipis ke level 2.942,127 dan kemudian langsung balik arah menguat ke level 2.972,562, naik 29 poin dari penutupan akhir pekan kemarin di level 2.943,896.
IHSG sempat menembus level penutupan tertinggi sepanjang sejarah yang terjadi pada 30 April 2010 di level 2.971,252. Sedangkan posisi tertinggi IHSG untuk perdagangan intra day di level 2.972,917 pada perdagangan 30 April 2010.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks-indeks saham Eropa yang kebanyakan dibuka melemah dipicu oleh koreksi saham-saham pertambangan memicu pelemahan harga-harga saham komoditas di Asia, termasuk IHSG. Indeks saham tambang yang tadi pagi menguat cukup tinggi, kini mendekati zona merah menyusul indeks saham perkebunan yang sudah lebih dahulu nyemplung ke zona negatif.
Indeks Nikkei 225 bahkan berbalik arah dan ditutup di zona merah, sedangkan laju kenaikan indeks-indeks Asia lainnya mengendur lantaran terjadinya koreksi bursa-bursa Eropa yang menandai akhir dari rally panjang saham-saham Eropa.
Kendati demikian, investor asing masih terus didominasi aksi pembelian sebesar Rp 993,851 miliar dengan aksi jual sebesar Rp 591,901 miliar. Nilai transaksi beli bersih asing (foreign net buy) tercatat sebesar Rp 401,950 miliar.
Pada perdagangan Senin (12/7/2010), IHSG ditutup naik 14,895 poin (0,50%) ke level 2.958,791. Indeks LQ 45 juga naik 3,436 poin (0,60%) ke level 573,373.
Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 94.100 kali pada volume 4,595 miliar lembar saham senilai Rp 3,180 triliun. Sebanyak 104 saham naik, 99 saham turun dan 66 saham stagnan.
Bursa-bursa regional Asia juga semula menguat juga mengendur lantaran terseret pelemahan bursa-bursa Eropa:
- Indeks Shanghai naik 19,80 poin (0,80%) ke level 2.490,72.
- Indeks Hang Seng menguat 88,77 poin (0,44%) ke level 20.467,43.
- Indeks Nikkei 225 turun 37,21 poin (0,39%) ke level 9.548,11.
- Indeks Strait Times naik tipis 0,36 poin (0,01%) ke level 2.917,53.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Sepatu Bata (BATA) naik Rp 3.000 ke Rp 48.000, Sarana Menara (TOWR) naik Rp 650 ke Rp 3.325, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 250 ke Rp 6.150, Bayan Resources (BYAN) naik Rp 200 ke Rp 6.950.
Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Indo Tambang (ITMG) turun Rp 950 ke Rp 37.900, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 550 ke Rp 18.800, Smart (SMAR) turun Rp 225 ke Rp 3.000, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 100 ke Rp 17.250.
Â
Â
Â
(dro/qom)











































