IHSG dibuka turun tipis ke level 2.957,793 dan kemudian langsung balik arah menguat ke level 2.978,506, naik 20 poin dari penutupan kemarin di level 2.958,791.
IHSG menguat cukup tinggi di awal perdagangan dan berhasil mencetak level tertinggi baru (all time high) untuk perdagangan intraday di level 2.978,506.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya penguatan itu tidak bertahan lama lantaran pelaku pasar belum berani melakukan aksi beli massif. Pelaku pasar diperkirakan masih menunggu perkembangan situasi ekonomi dunia serta menunggu data-data laporan keuangan semester I-2010 yang akan keluar dalam waktu dekat. Pergerakan IHSG diprediksi cenderung stagnan hingga adanya sentimen positif dari pasar global.
Indeks-indeks saham sektoral bergerak variatif. Investor cenderung melakukan aksi beli selektif pada saham-saham yang masih memiliki fundamental dan kinerja teknikal saham yang kuat.
Indeks-indeks saham Asia didominasi koreksi dipimpin oleh pelemahan indeks Shanghai. Hanya indeks KOSPI yang menemani IHSG di zona positif, sisanya terjebak di zona negatif.
Investor asing juga masih mencatat pembelian bersih sebesar Rp 46 miliar.
Pada perdagangan Selasa (13/7/2010) sesi I, IHSG ditutup naik tipis 5,138 poin (0,17%) ke level 2.963,929. Indeks LQ 45 juga naik 1,071 poin (0,18%) ke level 574,444.
Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 39.224 kali pada volume 1,659 miliar lembar saham senilai Rp 1,279 triliun. Sebanyak 87 saham naik, 97 saham turun dan 71 saham stagnan.
Bursa-bursa regional Asia didominasi koreksi:
- Indeks Shanghai turun 45,53 poin (1,83%) ke level 2.445,19.
- Indeks Hang Seng turun tipis 12,67 poin (0,06%) ke level 20.454,76.
- Indeks Nikkei 225 turun tipis 22,26 poin (0,23%) ke level 9.525,06.
- Indeks Strait Times melemah 4,54 poin (0,0,16%) ke level 2.920,78.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Anker Bir (DLTA) naik Rp 4.000 ke Rp 90.000, Sarana Menara (TOWR) naik Rp 825 ke Rp 4.150, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 800 ke Rp 38.700, Astra International (ASII) naik Rp 700 ke Rp 48.000, BRI (BBRI) naik Rp 350 ke Rp 9.750.
Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 150 ke Rp 16.750, Indocement (INTP) turun Rp 100 ke Rp 16.250, United Tractors (UNTR) turun Rp 100 ke Rp 18.550, Inco (INCO) turun Rp 50 ke Rp 3.700, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 50 ke Rp 17.200.
(dro/qom)











































