"Kita kirimkan surat hari ini, pagi ini karena itu penting untuk publik. Nanti kita akan ketemu (manajemen), meskipun secara informal," jelas Direktur Penilaian Perusahaan BEI Eddy Sugito disela-sela ulang tahun BEI ke-18 di kantornya, SCBD, Jakarta, Selasa (13/7/2010).
BEI melihat manajemen kedua belah pihak memberikan penjelasan soal adanya selisih dana milik BNBR sebesar Rp 1,587 triliun di BACA. BEI pun merasa perlu keterangan yang komprehensif, agar investor bisa mencermati lebih detail setiap aksi yang dilakukan, bukan hanya BNBR, tapi juga emiten lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dipublikasikan dalam laporan keuangan BNBR pada triwulan I-2010, tercatat posisi kas dan setara kas perseroan berjumlah Rp 5,334 triliun. Di antara posisi setara kas, terdapat porsi Deposito Berjangka yang tersimpan di PT Bank Capital Tbk sebanyak Rp 3,758 triliun.
Dengan posisi Deposito Berjangka Rp 3,758 triliun, harusnya jumlah tersebut akan lebih besar atau sama dengan yang tercatat di Bank Capital. Ini lumrah karena deposito berjangka yang tercatat di laporan BACA tidak hanya milik BNBR saja.
Namun, saat dilakukan penelurusan dari laporan BACA di periode yang sama (triwulan I-2010), jumlah total deposito berjangka hanya Rp 2,171 triliun. Dengan menyandingkan posisi keduanya, maka terdapat selisih sebesar Rp 1,587 triliun.
Direktur Keuangan BNBR Eddy Soeparno belum dapat menjelaskan lebih lanjut. "Mungkin itu laporan konsolidasi, saya tidak memegang laporan keuangannya saat ini," tegasnya.
Sedangkan manajemen BACA belum dapat dikonfirmasi untuk menanyakan perihal adanya selisih dana tersebut.
Β
Β
Β
(wep/dro)











































