Mengawali perdagangan, IHSG dibuka turun tipis ke level 2.957,793 dan kemudian langsung balik arah menguat ke level 2.978,506, naik 20 poin dari penutupan kemarin di level 2.958,791.
Penguatan IHSG tadi pagi berhasil membuat IHSG mencetak level tertinggi baru (all time high) untuk perdagangan intraday di level 2.978,506. Aksi beli selektif berhasil mengangkat IHSG.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya penguatan tidak bertahan lama. Sentimen bursa regional Asia yang sebagian besar terjebak di zona negatif membuat IHSG akhirnya ikutan jatuh ke zona merah. IHSG bergerak dalam rentang 2.946,408 hingga 2.978,506.
Untungnya, menjelang penutupan pasar aksi beli kembali mengangkat harga-harga sejumlah saham dan berhasil membuat IHSG ditutup di zona positif.
Bursa-bursa Eropa dibuka menguat cukup tinggi rata-rata di atas 1% dipimpin oleh penguatan saham-saham bank. Saham-saham pertambangan di Eropa masih melemah. Namun data kinerja raksasa-raksasa korporasi AS berhasil memberikan sentimen positif.
Investor asing juga masih didominasi aksi beli sebesar Rp 907,038 miliar, sedangkan aksi jual asing sebesar Rp 799,501 miliar. Nilai pembelian bersih asing (foreign net buy) sebesar Rp 107,537 miliar.
Pada perdagangan Selasa (13/7/2010), IHSG ditutup naik tipis 2,721 poin (0,09%) ke level 2.961,512. Indeks LQ 45 juga naik tipis 0,657 poin (0,11%) ke level 574,030.
Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 83.290 kali pada volume 3,721 miliar lembar saham senilai Rp 2,740 triliun. Sebanyak 88 saham naik, 112 saham turun dan 81 saham stagnan.
Bursa-bursa regional Asia sebagian besar masih terjebak di zona negatif:
- Indeks Shanghai turun 40,43 poin (1,62%) ke level 2.450,29.
- Indeks Hang Seng turun 36,37 poin (0,18%) ke level 20.431,06.
- Indeks Nikkei 225 turun tipis 10,88 poin (0,11%) ke level 9.537,23.
- Indeks Strait Times naik tipis 4,28 poin (0,16%) ke level 2.930,00.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Anker Bir (DLTA) naik Rp 4.000 ke Rp 90.000, Astra International (ASII) naik Rp 900 ke Rp 48.200, Sarana Menara (TOWR) naik Rp 825 ke Rp 4.150, Astra Otoparts (AUTO) naik Rp 500 ke Rp 14.750, BRI (BBRI) naik Rp 400 ke Rp 9.800.
Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 250 ke Rp 16.650, BTPN turun Rp 200 ke Rp 8.400, Charoen Pokphand (CPIN) turun Rp 125 ke Rp 3.950, Lonsum (LSIP) turun Rp 100 ke Rp 7.650, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 100 ke Rp 17.150.
Â
Â
(dro/qom)











































