"Kita akan terbitkan pada triwulan-IV nilainya sampai dengan Rp 2 triliun," jelas Direktur Keuangan ADMF, I Dewa Made Susila kepada detikFinance di Jakarta, Rabu (13/7/2010).
Ia menambahkan, industri pembiayaan kendaraan bermotor semakin bergeliat. Untuk itu perseroan membutuhkan dana segar untuk ekspansi mereka ke depan. Dan penerbitan obligasi merupakan opsi yang dipilih ADMF.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti hasilnya (dana obligasi) untuk pembiayaan motor dan mobil. Pertumbuhan pembiayaan baik, seiring penjualan kendaraan nasional. Saat ini porsi roda dua 70% dan sisanya 30% mobil," ucapnya.
Adira pun dikabarkan telah menunjuk tiga penjamin emisi, PT Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Securities, dan PT HSBC Securities.
Chief Executive Officer ADMF Stanley S. Atmadja menambahkan, pendanaan perseroan juga akan didapat terpenuhi dengan mendapat dukungan dari Bank Danamon, selaku pemegang saham mayoritas Adira. Bank Danamon diyakini mampu menutupi 85% dari total kebutuhan pembiayaan perseroan.
Piutang bermasalah Adira Finance tercatat dapat dipertahankan di tingkat 0,9% atau sama dengan posisi tahun 2008. "Kami mungkin juga melakukan diversifikasi pendanaan antara lain melalui pinjaman yang diterima dari beberapa bank dan kas internal," jelasnya waktu itu.
Hingga kuartal I 2010, perseroan mencatat perolehan kredit sebesar Rp 380 ribu unit atau senilai Rp 4,8 triliun. Padahal di periode yang sama tahun sebelumnya, perseroan hanya mencatat booking Rp 2,7 triliun.
"Untuk semester I sedang dalam proses audit. Akan selesai Agustus 2010," imbuh Dewa.
Â
Â
(wep/dro)











































