Bank Capital Buka-bukaan Soal Dana Misterius Grup Bakrie

Bank Capital Buka-bukaan Soal Dana Misterius Grup Bakrie

- detikFinance
Kamis, 15 Jul 2010 08:45 WIB
Bank Capital Buka-bukaan Soal Dana Misterius Grup Bakrie
Jakarta - Dana misterius milik Grup Bakrie di Bank Capital yang mencapai Rp 6,884 triliun sempat menghebohkan. Mengapa sampai ada 'selisih' dana yang sedemikian besar?

Dirut Bank Capital Nico Mardiansyah pun akhirnya angkat bicara. Menurut Nico, yang terjadi sebenarnya hanyalah perbedaan data dan pihaknya sudah melakukan pengecekan.

Baik Bank Capital maupun PT Bakrie and Brothers pun telah melakukan klarifikasi atas dana misterius tersebut kepada Bursa Efek Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Angka deposito di BACA adalah hasil dari catatan laporan keuangan perusahaan-perusahaan portofolio kami yang dikonsolidasikan dalam laporan keuangan BNBR," ujar Presiden Direktur/CEO PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), Bobby Gafur Umar dalam penjelasannya yang dikutip detikFinance, Kamis (15/7/2010).

"Apa yang terjadi saat ini bahwa memang masalah ada perbedaan data dan kita sudah melakukan pengecekan," ujar NicoΒ  yang dihubungi terpisah oleh detikFinance.

Seperti diketahui, berdasarkan laporan keuangan triwulan I-2010 seluruh emiten grup Bakrie alias Bakrie 7 tercatat memiliki deposito berjangka di BACA sebesar Rp 9,055 triliun.

Dengan posisi deposito berjangka sebesar Rp 9,055 triliun, maka seharusnya dalam laporan keuangan triwulan I-2010 BACA juga tertera setidaknya ada angka deposito berjangka sebesar Rp 9,055 triliun. Belum kalau ada nasabah lainnya, jumlahnya seharusnya lebih besar dari Rp 9,055 triliun.

Namun anehnya, BACA hanya mencatat posisi deposito berjangka rupiah sebesar Rp 2,171 triliun dari total Dana Pihak Ketiga (DPK) BACA sebesar Rp 2,694 triliun. Kalau memang demikian adanya, berarti ada selisih yang "hilang" sebesar Rp 6,884 triliun.

Nico menjelaskan, apa yang dicatatkan oleh Bank Capital untuk dana grup Bakrie sudah benar. Awalnya, pihaknya langsung mengecek setelah berita soal dana misterius grup Bakrie itu muncul. Bank Capital semula tidak mengetahui bagaimana bisa terjadi perbedaan pencatatan dengan milik grup Bakrie.

"Saya baca di media, Kita jelasin di cek dulu, setelah di cek data kita ternyata laporan kita benar. Langsung lah pada saat ini kita konfirmasi nasabah perbedaan angka ini, maka nasabah langsung melakukan penelaaahan," ungkapnya.

Pihak Bakrie Grup juga sudah melakukan penelaahan, sementara BEI juga sudah mempelajari dokumen yang disampaikan Bank Capital.

"Laporan keuangan kita per Maret 2010 itu benar adanya dan sudah diteruskan ke nasabah (Bakrie Group), dan nasabah langsung melakukan penelaahan. Kita juga sudah sampaikan ke BEI," jelaskan Nico yang juga mengaku merasa tidak nyaman dengan adanya perbedaan pencatatan ini.

Ia mengakui Bank Indonesia sempat menanyakan adanya selisih dana yang besar tersebut kepada Bank Capital.Β 

"BI juga sebagai otoritas moneter mereka menanyakan dan sudah kita jelasin dan kita kan mempunyai dokumen-dokumennya," imbuhnya.

Saat ditanya mengenai apakah dana milik Grup Bakrie mencapai Rp 6 triliun lebih, Nico hanya mengatakan bahwa posisi Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Capital tidak sebesar itu. Namun ia menolak memberikan rincian dana milik Grup Bakrie sesuai dengan ketentuan BI.

"Yang jelas posisi DPK kita tidak sebesar itu. Nah sudah disampaikan mereka, tapi kata mereka ada time different, ini laporan per 31 Maret," jelasnya.

Nico menambahkan, Grup Bakrie sendiri sebenarnya bukan nasabah lama mereka. Grup Bakrie baru menjadi nasabah mereka ketika melakukan rights issue pada tahun 2010 ini.


(dru/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads