Demikian disampaikan oleh Direktur Keuangan PLN Setio Anggoro Dewo kepada detikFinance, Kamis (15/7/2010).
"Rincian pembeli obligasi PLN adalah bank sebesar 14,8%, asuransi 40,57%, dana pensiun 34,33%, reksa dana 4,97%, institusi/korporasi 1,7%, sekuritas/indikasi 1,87%, dan lain-lain 1,47%," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Asing hanya Rp 56 miliar, sisanya domestik," ungkapnya.
Seperti diketahui, obligasi dan Sukuk Ijarah PLN sebesar Rp 3 triliun ditawarkan dengan kisaran bunga dan imbal hasil 9,15% hingga 10,81%. Penetapan suku bunga menggunakan acuan FR0027 dan FR0043.
BUMN listrik itu berencana menerbitkan obligasi PLN XII tahun 2010 sebesar Rp 2,5 triliun dan sukuk ijarah PLN V tahun 2010 sebanyak Rp 500 miliar.
(dnl/qom)











































