Menurut Direktur dan Sekretaris Perusahaan MIRA Imaculata T.M Wattimena, perseroan menargetkan dapat merampungkan rencana restruktursasi atas utang mereka US 654,13 juta pada September 2010.
Tercatat jumlah utang perseroan yang belum terbayar sebayak US$ 654,159 juta. Ini terdiri dari US$ 68,17 juta kepada PT Medco Energi International Tbk (MEDC).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terdapat pula utang berupa senior facility aggrement US$ 112 juta, Senior Mezzanine Note Trust Deed US$ 206,07 juta, dan Junioe Mezzanine Note Trust Deed US$ 205,41 juta. Total utang yang belum terbayar dan akan direstrukturisasi sebesar US$ 654,13 juta.
"Usai memperoleh izin dari pemegang saham, perseroan memaparkan opsi yang mungkin diterapkan dalam pelaksanaan restrukturisasi. Yaitu memperpanjang jangka waktu utang atau memperoleh utang baru dari pihak lain dan atau mengundang calon investor strategis," ungkapnya dalam keterangan tertulis di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (15/7/2010).
Hingga kini, dijelaskan Ima, perseroan belum bersepakat dengan pihak kreditur.
Meskipun utang belum terbayar, kegiatan operasi perseroan tetap berjalan, terdapat armada truk pengangkut semen, LPG, dan BBM yang ada dalam kelolaan perseroan. Unit FPSO Sea Good 101, dengan bekerja sama di ladang minyak Oyong milik Santos masih beroperasi sesuai kontrak.
"Armada pengeboran (rig) dalam kelola APEX, baik lepas pantai atau darat tetap operasi dan memperoleh kontrak baru," jelasnya.
Utang MIRA, dari pembelian anak usahanya PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX), tercatat sebesar Rp 6,5 triliun. Kemudian diputuskan, perseroan akan melepas sebagian saham di APEX.
Dengan divestasi ini perseroan berharap beban utang mereka akan berkurang menjadi sekitar Rp 3,5 triliun. Saat ini, perseroan menguasai kepemilikan sebesar 98,14% di Apexindo.
(wep/dnl)











































