Mengawali perdagangan, IHSG dibuka turun tipis ke level 2.980,478 dan kemudian sempat menguat ke level 2.983,682, naik tipis 3 poin dari penutupan kemarin di level 2.980,597.
Sayangnya, penguatan tidak bertahan lama. Tren koreksi bursa-bursa regional Asia ikutan menyeret IHSG ke zona negatif. Saham-saham grup Bakrie mendapat tekanan jual sangat hebat lantaran sentimen negatif terkait kisruh pencatatan laporan keuangan perseroan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Investor asing mencatat penjualan bersih tipis sebesar Rp 5 miliar.
Pada perdagangan Jumat (16/7/2010), IHSG ditutup turun tipis 3,516 poin (0,12%) ke level 2.977,081. Indeks LQ 45 juga turun 0,790 poin (0,14%) ke level 577,760.
Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 43.227 kali pada volume 2,210 miliar lembar saham senilai Rp 1,436 triliun. Sebanyak 67 saham naik, 108 saham turun dan 70 saham stagnan.
Bursa-bursa regional Asia didominasi koreksi:
- Indeks Hang Seng melemah 20,58 poin (0,11%) ke level 20.234,05.
- Indeks Nikkei 225 turun tajam 232,28 poin (2,40%) ke level 9.453,25.
- Indeks Strait Times menguat tipis 4,29 poin (0,15%) ke level 2.947,84.
- Indeks KOSPI turun 10,87 poin (0,62%) ke level 1.740,26.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Gudang Garam (GGRM) naik Rp 750 ke Rp 33.950, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 300 ke Rp 38.050, Astra Agro (AALI) naik Rp 200 ke Rp 18.750, Lonsum (LSIP) naik Rp 150 ke Rp 7.700.
Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 200 ke Rp 6.100, Astra International (ASII) turun Rp 150 ke Rp 49.700, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 110 ke Rp 1.710, Unilever (UNVR) turun Rp 100 ke Rp 16.450.
Â
Â
Â
(dro/qom)











































