Hal ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian jual beli saham (Share Purchase Agreement/SPA) antara kedua perusahaan tersebut Jumat (16/7/2010).
"Dari awal kami sangat komit untuk menyelesaikan rencana akuisisi ini," kata Sekretaris Perusahaan PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk, Fitri Barnas dalam keterangan tertulisnya yang diterima detikFinance, Sabtu (17/7/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami berharap bisa segera running," ucapnya.
Melalui anak perusahaannya, PT Nibung Arthamulia (NAM), perseroan memang berencana menguasai 100% saham PT Domas Agrointi Prima (DAP) yang memiliki kepemilikan 99,6% saham dalam PT Sawitmas Agro Perkasa (SMAP), 0,4% saham dalam PT SMAP, dan 100% saham dalam PT Sarana Industama Perkasa (SIP).
Ini masih ditambah dengan 100% saham dalam PT Flora Sawita Chemindo (FSC), 100% saham dalam PT Domas Agrointi Perkasa (DAIP), seta 100% saham dalam PT Domas Sawitinti Perdana (DSIP).
Selain Dombas Mas, UNSP juga telah sepakat untuk akuisisi tiga perusahaan perkebunan lain yaitu PT Monrad Intan Barakat, PT Julang Oca Permana dan PT Citalaras Cipta Indonesia.
Akusisi ini akan dilakukan melalui anak usaha UNSP yakni PT Grahadura Leidongprima (GLP), perseroan mengambil alih 100% saham Monrad yang merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Selatan. Hingga kini Monrad memiliki total luas lahan kelapa sawit sekitar 10.000 ha.
Sedangkan Julang Oca perusahaan yang bergerak di perkebunan karet dengan luas lahan 15 ribu ha dan terdiri dari 3.525,7 ha lahan tertanam. Dan Citalaras merupakan perkebunan kelapa sawit yang memiliki total lahan 4 ribu ha luas areal tertanam 2.500 ha di desa Indrapura, Sumatera Barat.
"Kami optimis mampu menjadi perusahaan yang terintegrasi dalam hal pengolahan CPO,” paparnya.
"Akuisisi perusahaan yang bergerak di pengolahan oleo-kimia akan mempersingkat seluruh proses dan upaya Perseroan dalam memperoleh manfaat yang diinginkan," tambah Fitri.
(wep/epi)











































