"Obligasi yang akan diterbitkan sekitar US$ 450 juta," ujar Direktur Keuangan BUMI, Andrew Beckham di restoran Kembang Goela, Jakarta, Senin (19/7/2010).
Dananya, ujar Andrew, akan digunakan untuk refinancing sebagian utang-utang perseroan. Menurut Andrew, posisi utang perseroan saat ini sekitar US$ 3,7 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun perseroan belum dapat membeberkan utang yang mana saja yang akan dilunasi cepat. Andrew mengatakan, perseroan akan memilih pelunasan utang-utang yang berbunga mahal.
"Tentunya pelunasan akan dilakukan pada utang atau obligasi yang berbunga mahal," jelasnya.
Salah satu yang tengah dikaji perseroan adalah pelunasan obligasi konversi yang diterbitkan tahun lalu dengan harga konversi Rp 3.300-an.
"Dengan penurunan harga saham BUMI di bawah harga konversi, para pemegang obligasi konversi memilih pelunasan dengan dana ketimbang saham. Tapi kita belum tahu, jika saat jatuh tempo harga saham BUMI kembali naik di atas harga konversi, maka tidak perlu dilakukan pelunasan obligasi konversi," jelas Andrew.
Andrew juga belum dapat menjelaskan jadwal penerbitan obligasi US$ 450 juta tersebut.
"Kami masih menunggu perkembangan situasi pasar obligasi global. Kalau menguntungkan, kami langsung terbitkan," ujarnya.
(dro/qom)











































