Mengawali perdagangan, IHSG langsung melemah merespons anjloknya bursa Wall Street di akhir pekan lalu. IHSG terus konsisten di teritori negatif namun dalam volume transaksi yang tidak terlalu besar.
Pada perdagangan Senin (19/7/2010), IHSG akhirnya ditutup melemah 16,878 poin (0,56%) ke level 2.975,572. Indeks LQ 45 juga melemah 3,668 (0,63%) ke level 577,404.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bursa-bursa Asia pada hari ini juga tercatat mayoritas bergerak melemah:
- Indeks Komposit Shanghai menguat 51,15 poin (2,11%) ke level 2.475,42.
- Indeks Hang Seng melemah 159,21 poin (0,79%) ke level 20.090,95.
- Indeks Seoul turun 6,50 poin (0,37%) ke level 1.731,95.
Bursa Eropa langsung melemah setelah Moody's menurunkan peringkat utang Irlandia. Indeks FTSE 100 dibuka melemah 0,43%, DAX 30 Frankfurt melemah 0,09% dan CAC 40 Paris melemah 0,68%.
Lembaga pemeringkat internasional, Moody's menurunkan peringkat Irlandia dari Aa1 menjadi As2, menyusul terus menurunnya kekuatan finansial negara Eropa tersebut.
Perdagangan tidak terlalu ramai dengan frekuensi transaksi hanya 97.834 kali pada volume 3.310,7 juta lembar saham senilai Rp 2,954 triliun. Sebanyak 59 saham naik, 122 saham turun dan 75 saham stagnan.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Kalbe Farma (KLBF) naik Rp 150 menjadi Rp 2.475, London Sumatera Indonesia (LSIP) naik Rp 100 menjadi Rp 7.900, Unilever (UNVR) naik Rp 50 menjadi Rp 16.500, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 10 menjadi Rp 1.710.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 100 menjadi Rp 6.000, Astra International (ASII) turun Rp 450 menjadi Rp 49.300, BRI (BBRI) turun Rp 100 menjadi Rp 9.750, Semen Gersik (SMGR) turun Rp 100 menjadi Rp 9.300, BCA (BBCA) turun Rp 100 menjadi Rp 5.950.
(qom/qom)











































