"Setelah penerbitan 10% saham baru, beban utang akan berkurang 12% dari US$ 500 juta," ujar Direktur Utama BUMI, Ari Saptari Hudaya di restoran Kembang Goela, Jakarta, Senin (19/7/2010).
Mengacu pada angka tersebut, beban utang yang berkurang akan sekitar US$ 60 juta per tahunnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui penerbitan saham baru ini, BUMI akan mengkonversi sebagian utang-utang yang jatuh tempo tahun ini. Setidaknya 4 pihak berpotensi mengkonversi saham-saham baru BUMI.
Empat kreditur tersebut adalah:
- Country Forest Ltd, anak usaha China Investment Corporation (CIC) berdasarkan perjanjian kredit 18 September 2009.
- Raiffeisen Zentralbank Osterreich AG berdasarkan perjanjian kredit 14 Desember 2009.
- Credit Suisse berdasarkan perjanjian kredit 29 Oktober 2009.
- JP Morgan Chase Bank berdasarkan perjanjian kredit 14 Desember 2009.
BUMI menghadapi utang jatuh tempo sebesar US$ 442,78 juta tahun ini. Dari utang yang jatuh tempo tersebut, dua diantaranya adalah utang jatuh tempo kepada Credit Suisse sebesar US$ 291,37 juta dan JP Morgan sebesar US$ 145,92 juta. Totalnya sebesar US$ 437,29 juta.
Sedangkan utang kepada Raiffeisen sebesar US$ 80,14 juta dan Country Forest (CIC) sebesar US$ 1,9 miliar tidak jatuh tempo tahun ini.
"Kami masih melakukan negosiasi dengan para kreditur. Jadi belum ada pihak yang memberikan kepastian akan mengkonversi utang ke saham baru," jelas Ari.
Kendati demikian, Ari memastikan kalau konversi utang ini akan memangkas beban bunga hingga sebesar US$ 60 juta per tahunnya.
Selain itu, BUMI juga akan menerbitkan obligasi senilai US$ 450 juta pada waktu yang hampir bersamaan dengan penerbitan 10% saham baru.
Dananya akan digunakan untuk refinancing (membiayai kembali) sebagian utang bank maupun obligasi konversi. Ari mengatakan, dengan dua aksi ini, beban bunga yang akan berkurang akan lebih besar lagi.
"Namun angka pasti beban bunga yang akan berkurang belum tahu, karena tergantung pada utang-utang yang akan dilunasi. Tapi yang pasti di atas US$ 60 juta," jelasnya.
Total utang BUMI saat ini sebesar US$ 3,7 miliar. Dengan dua aksi ini, penurunan utang berikut perhitungan bunga akan sekitar US$ 700 juta.
"Utang BUMI akan menjadi US$ 3 miliar," ujar Direktur Keuangan BUMI, Andrew Beckham.
(dro/qom)











































