Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Selasa, 20 Jul 2010 09:23 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones: Pasar saham US mengalami penguatan setelah optimisme tingkat pendapatan perusahaan teknologi dan energy yang menutupi penurunan pada sektor finansial. Microsoft Corp. naik 1.4% setelah UBS AG menaikkan estimasi pendapatan perusahaan tersebut setelah terlihat adanya penguatan dari sisi permintaan. Halliburton Co. naik 6% setelah tingkat pendapatan yang di atas estimasi para analis.

Bank of America Corp. turun 2.7% setelah Goldman Sachs Inc. mengeluarkan saham tersebut dari list rekomendasi buy dengan alasan tingat suku bunga yang rendah akan memberikan dampak penurunan dari sisi pendapatan bunga. Indeks Standard & Poor's 500 (+0.6%) ke 1,071.25. Dow Jones Indsutrial Average (+0.6%) ke 10,154.43.

Regional : Mayoritas saham-saham Asia melemah setelah turunnya kepercayaan pengembang rumah AS yang melampaui prediksi, yang menimbulkan kembali kekhawatiran terhadap pemulihan ekonomi global. Toyota Motor Corp., (-2.2%). Canon Inc, produsen kamera Jepang yang memperoleh hampir 80% pendapatannya di luar negeri, turun sebanyak 1.9%. Hana Financial Group Inc, perusahaan keuangan terbesar keempat Korea Selatan, melemah 2.5% setelah melaporkan penurunan laba. Nikkei (-1.7%) 9,252 KOSPI (-0.32%) 1,726 S&P/ASX 200 (+0.3%) 4372 STI (+0.03%) 2946

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Commodity: Harga minyak mentah sedikit berubah di New York setelah melambung untuk pertama kalinya dalam empat hari terakhir dipicu kembali bergairahnya bursa AS karena optimisme bahwa permintaan bahan bakar akan meningkat di tengah meningkatnya prospek pemulihan ekonomi.

Harga minyak melemah dalam tiga hari dan Dow Jones Industrial Average menguat sebesar 0.6% setelah laba bersih Halliburton Co mengalahkan estimasi. Persediaan minyak kemungkinan akan menurun menurut survei Bloomberg News sebelum laporan Departemen Energi. WTI Crude (0.0%) $ 76.5/barrel, Gold (-0.1%) USD 1,182/t oz, CPO (+1.5%) RM 2,490/MT, Nickel (-0.8%) USD 18,800/MT, Tin (+1.1%) USD 17,945/MT.

Economic & Industrial News

Energy: Pemerintah waspadai dampak tak langsung TDL

Pemerintah patut mewaspadai dampak tidak langsung dari kenaikan tarif dasar listrik (TDL) industri sekitar 18% karena untuk jangka panjang akan memunculkan aksi spekulasi dari para pemburu rente. Hal tersebut diingatkan Ekonom Suistainabilitas Development Indonesia (SDI) Dradjad Hari Wibowo hari ini.

Energy: TDL industri diturunkan menjadi 10%-15%

Pemerintah akhirnya sepakat menurunkan besaran kenaikan tarif dasar listrik (TDL) 2010 untuk kelompok pelanggan industri dari rata-rata 6%-15% menjadi 10%-15% dan maksimum kenaikan tidak lebih dari 18% dari tagihan rekening listrik terakhir. Kesepakatan tersebut menjadi keputusan bersama dalam Rapat Dengar Pendapat antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mewakili pemerintah dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Industry: 6 Perusahaan sepatu relokasi US$550 juta

Enam perusahaan alas kaki asal Taiwan dan Korea mulai merealisasikan relokasi pabrik dari China dan Vietnam ke Indonesia dengan total investasi sebesar US$550 juta pada tahun ini. Berdasarkan laporan Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), empat perusahaan alas kaki pemegang merek Nike dan Reebok asal Taiwan hampir menyelesaikan seluruh relokasi pabriknya di Indonesia dengan total investasi sekitar US$400 juta. Adapun dua perusahaan alas kaki asal Korea pemegang merek Adidas dan Geox akan memulai tahap relokasi dari Vietnam ke Indonesia dengan nilai investasi sebesar US$150 juta pada tahun ini.

Economic: Dividen Interim Akan Ditarik dari BUMN Energi

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengindikasikan akan menarik dividen interim tahun ini dari perusahaan pelat merah sektor energi. Target dividen perusahaan pelat merah yang dibayarkan tahun oleh sejumlah BUMN sebesar Rp29,5 triliun. Dari nilai itu, setoran dividen senilai Rp25,5 triliun berasal dari laba bersih BUMN tahun buku 2009 dan sisanya merupakan dividen interim, yang akan ditarik tahun ini. Saat ini, setoran dividen BUMN berdasarkan tahun buku 2009 tersebut sudah mulai masuk. Sementara, dividen interim diperkirakan baru akan ditarik pada kuartal III-IV tahun ini.

Economic: Pemerintah Tekan Utang Luar Negeri

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan pemerintah terus berupaya untuk menurunkan rasio utang luar negeri untuk mengurangi risiko terhadap gejolak nilai tukar (kurs). Saat ini, dia mengatakan, pemerintah mengutamakan penerbitan surat berharga negara (SBN) ketimbang melakukan pinjaman dari luar negeri atau dari lembaga multilateral. Hal itu, kata dia, tercermin dari rasio utang Indonesia terus mengalami penurunan dari 57 persen pada tahun 2004 menjadi 26 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) per Juni 2010. Data Direktorat Jenderal pengelolaan Utang mencatat total pinjaman luar negeri hingga semester I-2010 sebesar USD63,51 miliar dengan kreditor terbesar adalah Jepang mencapai USD28,17 miliar.

Mining: Ekspor timah Indonesia naik

Tingginya permintaan terhadap bahan baku untuk kepentingan produksi di sejumlah negara telah mendorong ekspor timah batangan nasional pada Juni. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, volume ekspor timah pada Juni mencapai 8.030 ton atau senilai US$128,9 juta ton. Angka tersebut mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 7.332 ton atau senilai US$121,8 juta ton. Direktur Ekspor Hasil Industri dan Pertambangan Ditjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Albert Tobogu mengatakan membaiknya perekonomian di sejumlah negara berimbas pada geliat produksi di negara itu.

Economic: IMF minta peningkatan kapasitas pinjaman

Dana Moneter Internasional (IMF) akan meminta peningkatan kapasitas pinjamannya dari saat ini US$750 miliar menjadi US$1 triliun pada KTT G-20 di Korsel pada November mendatang. Demikian diungkapkan seorang sumber kalangan birokrat pemerintah Korea Selatan, sebagimana dikutip Bloomberg. Sumber itu menyebutkan peningkatan kapasitas pinjaman dimaksudkan untuk membantu memperkuat jaring pengaman sistem keuangan global untuk melawan krisis. Korsel akan menjadi tuan rumah KTT G-20 pada November 2010. Direktur Pelaksana IMF Dominique Strauss-Kahn kepada Financial Times mengungkapkan penambahan kapasitas pinjaman hingga US$1 triliun adalah perkiraan yang tepat.

Europe: Moody's Pangkas Peringkat Irlandia

Lembaga pemeringkat international, Moody's menurunkan peringkat obligasi pemerintah Irlandia satu tingkat. Penurunan itu didasarkan pada pertimbangan memburuknya prospek ekonomi. Irlandia mendapatkan pukulan keras dari gelombang krisis keuangan global menyusul runtuhnya pasar properti yang hampir meluluhlantakkan sistem perbankan. Negara tersebut termasuk kelompok negara Eropa pertama yang terpaksa menempuh kebijakan pengetatan fiskal untuk mengatasi beban utang publik yang terlampau tinggi. Dalam sebuah pernyataan resminya yang dikeluarkan di Frankfurt, Jerman, Moody's menyatakan memangkas pemeringkat obligasi pemerintah Irlandia dari Aa1 menjadi Aa2. Moody's menggarisbawahi jatuhnya nilai penerimaan pajak yang berhasil dihimpun pemerintah hingga menyebabkan produk domestik bruto (PDB) Irlandia merosot sejak 2008. Rasio utang pemerintah melonjak dari posisi sebelum krisis, yakni 25% PDB menjadi 64%.

Corporate news


BBTN: Siap Sekuritisasi Aset Rp 1 Triliun

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) memastikan siap melakukan sekuritisasi aset sebesar Rp 750 miliar hingga Rp 1 triliun dilaksanakan pada 3Q10. Selain itu, perseroan memproyeksikan bisa mencatat laba bersih hingga akhir tahun ini melampaui target yang ditetapkan, sebesar Rp 745 miliar.

BBNI: BNI incar kredit rumah Rp13 triliun

PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk menargetkan penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) mencapai Rp13 triliun hingga akhir tahun ini. Direktur Ritel dan Konsumer BNI Darmadi Sutanto mengatakan hingga saat ini perseroan telah menyalurkan KPR hingga Rp10,1 triliun atau naik 20% sekitar dari periode yang sama pada tahun sebelumnya.

BDMN: Direktur Bank Danamon jual 60.000 saham

Herry Hykmanto, Direktur Transaksi Bank & Syariah PT Bank Danamon Indonesia Tbk, melepas kepemilikan sahamnya sebanyak 60.000 lembar di bank tersebut. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, kemarin (19/7/2010), Herry Hykmanto melepas sahamnya dengan harga Rp5.200 per saham, sehingga dia meraup dana segar sebanyak Rp312 juta. Pelepasan saham itu dilakukan pada 7 Juli 2010. Total saham Herry Hykmanto sebelum penjualan itu sebesar 880.000 lembar saham, sehingga kini mejadi 830.000 lembar saham.

BNLI: Bank Permata Jalin Kemitraan

PT Bank Permata Tbk dan Koperasi Simpan Pinjam JASA (Kospin JASA), menjalin kemitraan strategis dalam penyediaan corporate debit card (DCD) dan virtual account (VA) untuk transaksi pembayaran dan perbankan secara langsung dan seketika. Direktur Retail Banking Bank Permata kemarin menyatakan kartu debit Kospin JASA dan virtual account dapat menjadi solusi pembayaran untuk menopang transaksi perbankan pengurus, anggota dan karyawan Kospin JASA.

UNTR: Tuntaskan Akuisisi 60% Saham ABP

Perusahaan jasa penyewaan alat berat PT United Tractors Tbk (UNTR) melalui anak usahanya PT Tuah Turangga Agung (TTA) telah menyelesaikan proses akuisisi atas 60 persen saham PT Agung Bara Prima (ABP). direksi perseroan menyatakan kembali bahwa akuisisi saham-saham ABP tersebut bukan merupakan transaksi material sebagaimana diatur dalam Peraturan Bapepam Nomor IX.E.2. Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No.KEP-413/BL/2009, tanggak 25 November 2009 tentang Transaksi Material Dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama, mengingat nilai dari akuisisi tersebut adalah di bawah batas nilai transaksi (treshold) sebagaimana yang disebutkan dalam peraturan Nomor IX.E.2.

CPRO: Revitalisasi Eks Dipasena Tak Serius

Program semirevitalisasi tambak plasma PT Aruna Wijaya Sakti, anak perusahaan PT Centralproteina Prima Tbk, dinilai tidak serius. Petambak plasma udang telah melayangkan surat kepada perusahaan tanggal 17 Juli 2010 guna mendesak pelaksanaan semirevitalisasi. Ketua Perhimpunan Petambak Plasma Udang Windu (P3UW) PT Aruna Wijaya Sakti (AWS) Nafian Faiz, mengemukakan itu, dari Lampung, Senin (19/7/2010). Program semi revitalisasi kawasan tambak eks Dipasena dijadwalkan berlangsung bulan Maret-Agustus 2010, meliputi 11 blok dari total 16 blok tambak plasma. Semi revitalisasi meliputi perbaikan swadaya tambak oleh petambak plasma dengan ditopang penyediaan sarana oleh perusahaan, serta penerapan budidaya polikultur dengan menggabungkan udang dan nila dalam tambak.

BUMI: Terbitkan 10% Saham Baru, Beban Bunga Turun US$ 60 Juta/Tahun

Beban bunga PT Bumi Resources Tbk (BUMI) akan berkurang US$ 60 juta per tahun usai penerbitan 10% saham baru tanpa HMETD senilai US$ 500 juta yang akan digunakan untuk membayar utang-utang perseroan. Mengacu pada angka tersebut, beban utang yang berkurang akan sekitar US$ 60 juta per tahunnya. BUMI berencana menerbitkan 1,904 miliar saham baru (10%) pada harga Rp 2.366 per saham atau totalnya Rp 4,59 triliun (US$ 500 juta). Penerbitan saham ini akan dilakukan sebelum September 2010. Melalui penerbitan saham baru ini, BUMI akan mengkonversi sebagian utang-utang yang jatuh tempo tahun ini. Setidaknya 4 pihak berpotensi mengkonversi saham-saham baru BUMI. Empat kreditur tersebut adalah:

1. Country Forest Ltd, anak usaha China Investment Corporation (CIC) berdasarkan perjanjian kredit 18 September 2009.

2. Raiffeisen Zentralbank Osterreich AG berdasarkan perjanjian kredit 14 Desember 2009.

3. Credit Suisse berdasarkan perjanjian kredit 29 Oktober 2009.

4. JP Morgan Chase Bank berdasarkan perjanjian kredit 14 Desember 2009.

BWPT: BWPT Mendapat Pinjaman US$ 16 Juta

PT BW Plantation Tbk (BWPT) mendapatkan pinjaman dari Citibank senilai US$ 16 juta atau Rp 144 miliar. Pinjaman ini akan digunakan untuk ekspansi perusahaan. Pinjaman tersebut menurut Abdul Halim Ashari, Presiden Direktur BWPT dalam keterbukaan informasi di BEI menjelaskan kalau mereka telah menerima pinjaman tersebut sejak tanggal 16 Juli 2010 kemarin. Pinjaman tersebut akan jatuh tempo pada 17 Januari 2011. "Pinjaman ini tidak termasuk dalam transaksi material," ujar dia. Sampai semester I tahun 2010 ini produksi CPO BWPT telah turun 16,56% menjadi 46.339 ton. Penurunan produksi ini disebabkan karena penurunan penjualan sejalan dengan rendahnya produksi CPO. Namun, harga rata-rata CPO sudah naik 4,67% menjadi Rp 6,5 juta per ton.

ELTY: Rights Issue ELTY Sudah Laku 50%

PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) nampaknya bisa bernapas lega. Pasalnya, penerbitan saham baru alias rights issue ELTY sudah mendapatkan hasil cukup positif. "Rights issue ELTY sudah laku sekitar 50%," katanya, hari ini kepada KONTAN. Menurut si sumber, rights issue ELTY ini lebih banyak diserap oleh investor institusi. Sayang, si sumber masih belum mau membocorkan siapa saja yang menyerap saham baru ELTY ini. Ketika KONTAN mengkonfirmasi berita ini, Direktur Utama ELTY Hiramsyah S Thaib enggan berkomentar. "Saya tidak mau komentar tentang prosentase sahamnya, pokonya cukup bagus," katanya singkat.

UNSP: Bakrie Sumatera Cairkan Deposito di Bank Capital

Manajemen PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP), emiten Grup Bakrie yang bergerak di bidang perkebunan mengakui telah mencairkan seluruh dana deposito yang ditempatkan di PT Bank Capital Indonesia Tbk per 31 Maret 2010 sebesar Rp 3,5 triliun. Dana deposito tersebut digunakan untuk melakukan pembayaran terkait investasi perusahaan di beberapa perusahaan perkebunan dan oleochemical.

DPNS: Laba Diperkirakan Naik 66%

Manajemen PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS) optimistis memperoleh laba bersih Rp8 miliar pada 1H10. Laba tersebut naik sekitar 66% dibandingkan periode sama 2009 sebesar Rp4,8 miliar. Sementara itu, pendapatan perseroan hingga 1H tahun ini diperkirakan Rp51 miliar, meningkat 10,7% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp46,06 miliar. Tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan sebesar 10% pendapatan menjadi Rp102,59 miliar, dari sebelumnya Rp93,28 miliar.

MTSN: Cari Utang Rp50 Miliar

PT Metro Realty Tbk (MTSN) tengah menjajaki pinjaman dari perbankan senilai Rp50 miliar untuk merenovasi aset perseroan menjadi bangunan apartemen. Perseroan akan fokus mengembangkan properti setelah melepaskan bisnis inti pusat perbelanjaan. Pada tahap awal, Metro akan membangun apartement di lantai empat Metro Pasar Baru, Jakarta Pusat. Pembangunan apartemen akan dimulai sejak perizinan dari otoritas setempat di dapat.

Corporate Action

  • Hari ini (20/7), cum dividen tunai Fast Food Indonesia Tbk (FAST) Rp 83 per saham Ex date (21 Jul 2010)
  • Hari ini (20/7), cum dividen tunai Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) Rp 1,05 per saham Ex date (21 Jul 2010)
  • Hari ini (20/7), cum dividen tunai Fortune Indonesia Tbk (FORU) Rp 4 per saham Ex date (21 Jul 2010)
 

Technical Picks

  • BMRI (6000) – Trading Buy
  • AALI (19000) – Trading Buy
  • LSIP (7900) – Trading Buy
  • BBCA (5950) -  Trading Selly.
 

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads