Salah Catat Repo Rp 1,482 Triliun, Benakat Siap Kena Sanksi

Salah Catat Repo Rp 1,482 Triliun, Benakat Siap Kena Sanksi

- detikFinance
Selasa, 20 Jul 2010 14:20 WIB
Salah Catat Repo Rp 1,482 Triliun, Benakat Siap Kena Sanksi
Jakarta - PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI) menyatakan siap menerima sanksi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) jika kesalahan pencatatan repo sebesar Rp 1,482 triliun itu dinyatakan bersalah.

"Kami siap. Tapi bursa kan mungkin punya langkah lain, kita nggak tahu. Kalaupun sanksi dilakukan, kami siap," jelas Komisaris BIPI Erry Firmansyah saat ditemui di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), SCBD Jakarta Selasa (20/7/2010).

Erry pun mengakui adanya kesalahan pencatatan yang dilakukan oleh manajemen BIPI dalam laporan keuangan triwulan I-2010. Dalam laporan tersebut, tertera adanya penempatan dana sisa hasil Initial Public Offering (IPO) sebesar Rp 1,482 triliun di PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal sebenarnya, dana sebesar Rp 1,482 triliun itu ditempatkan pada investasi gadai saham (repurchase agreement/repo) milik Wellington Ventures Ltd. "Itu kan untuk lebih mengoptimalkan, maka kita tempatkan di Repo," papar Erry.

Dalam keterangan sebelumnya, Direktur BIPI Ferdy Yustianto mengatakan penempatan repo ini telah dilakukannya sejak Februari 2010. "Tingkat rerturn repo ini sebesar 12% dan jatuh tempo tiga bulan kemudian. Namun, masa jatuh tempo repo ini bisa diperpanjang," tuturnya.

Ferdy menerangkan, saat ini repo tersebut masih berjalan untuk periode 10 Mei 2010 hingga 10 Agustus 2010. Perseroan memiliki hak untuk meminta Wellington agar membeli kembali REPO ini kapan saja dengan pemberitahuan tertulis dua hari kerja sebelumnya.

Kata Ferdy, penempatan dana dalam bentuk repo ini adalah untuk memaksimalkan imbal hasil bagi perseroan. Maklum, hingga saat ini dana ini belum digunakan sesuai dengan rencana penggunaan dana yang tertuang dalam prospektus penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO)

 

 

 

(wep/dro)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads