"Mereka pakai buku (laporan keuangan) April. Jadi mereka (listing) sekitar akhir Oktober," jelas Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Eddy Sugito di kantornya, SCBD Jakarta, Selasa (20/7/2010).
Penyampaian dokumen awal, telah masuk ke BEI. Perseroan sendiri, lanjut Eddy, siap melepas 20% saham. Sayang, untuk nilai dana yang dapat dihimpun, ia belum mau mengungkapkan. Namun santer diberitakan, perusahaan penyedia jasa penyewaan menara base transceiver station (BTS) ini membidik hingga US$ 100 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai penjamin emisi (underwriter) IPO Tower Bersama, ditunjuklah Indopremier Securities dan DBS Securities.
Disisi lain, Eddy pun mengungkapkan bahwa PT Minna Padi Investama membidik dana Rp 100 miliar dari rencana pencatatan saham perdana mereka di semester-II 2010. Minna Padi bakal melepas maksimal 30% saham mereka kepada publik.
"Sekitar 20-30%," ungkapnya.
Â
Â
(wep/dro)











































