Berau Raih Pinjaman Bank Asing US$ 400 Juta

Berau Raih Pinjaman Bank Asing US$ 400 Juta

- detikFinance
Rabu, 21 Jul 2010 14:26 WIB
Berau Raih Pinjaman Bank Asing US$ 400 Juta
Jakarta - PT Berau Coal Energy baru saja mendapatkan pinjaman US$ 400 juta dari konsorsium perbankan asing, dengan jangka waktu mencapai empat tahun. Perseroan juga tengah memproses penerbitan obligasi senilai US$ 350 juta.

Demikian disampaikan Komisaris Berau Energy Rosan P Roslina, usai paparan publik di Hotel Mulia, Senayan Jakarta, Rabu (21/7/2010).

Ia menambahkan, dengan fasilitas pinjaman perbankan tersebut maka total utang perseroan mencapai US$ 750 juta. Ini ditambah dengan surat utang obligasi senilai Us$ 350 juta yang tengah diproses di Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Loan sejumlah US$ 400 juta, dari konsorsium. Arranger Credit Suisse dan Deutsche Bank. Ada juga bank dari China," ungkap Rosan.

Menurutnya, untuk surat obligasi US$ 350 juta berjangka waktu lima tahun, dengan opsi dapat dibeli kembali (buyback) setelah tiga tahun. "Total kita jadi Us$ 750 juta untuk refinancing take over yang kemarin," tambah Rosan.

Direktur Berau Coal Energy, Thomas W. Shreve menambahkan, perseroan pun kemungkinan akan menurunkan rasio prosit atas penawaran saham perdana pada Agustus 2010 mendatang, dari target semula antara Rp 2,1 triliun hingga Rp 2,8 triliun. Pasalnya, Berau telah mendapatkan dana segar US$ 750 juta.

"Ratio prosit hanya US$ 100 juta, karena ada pendanaan baru. Bonds sudah final. Kita nantinya tentukan capital structure yang paling optimum," jelas Thomas.

Jika demikian maka, perseroan hanya akan menawarkan 3 miliar saham di harga Rp 300-400 per saham, dari jumlah maksimal yang sebelumnya disebut dalam prospektus 7 miliar saham.

"Pada saat IPO prosit ditentukan Berau bersma proses bond dan loan. Target agar perusahaan tumbuh dengan optimal," tegas Executive Director Investment Banking Danatama Makmur, Vicky Ganda Saputra, selaku penjamin emisi efek (underwriter).



(wep/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads