IHSG dibuka naik tipis ke level 2.995,736 dan kemudian sempat menguat ke level 3.011,964, naik 16 poin dari penutupan kemarin di level 2.995,441.
Pada awal perdagangan, hampir seluruh saham-saham raksasa unggulan diburu investor sehingga berhasil mengangkat level IHSG cukup tinggi. Namun saham-saham sektor perkebunan kemudian mengalami tekanan jual cukup dalam. Penurunan ini memicu aksi jual massal yang sempat membuat IHSG jatuh ke zona merah di level 2.994,212.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham unggulan sektor migas, perbankan dan pertambangan di Eropa menjadi penopang penguatan. Meski saham-saham di sektor yang sama Bursa Efek Indonesia (BEI) belum terlalu mengikuti tren penguatan di Eropa, namun peluang penguatan bisa terjadi pada perdagangan besok.
Kendati demikian, investor asing didominasi aksi jual sebesar Rp 1,407 triliun dengan aksi beli sebesar Rp 1,173 triliun. Nilai penjualan bersih asing (foreign net sell) sebesar Rp 233,875 miliar.
Pada perdagangan Rabu (21/7/2010), IHSG ditutup naik 17,960 poin (0,59%) ke level 3.013,401. Indeks LQ 45 juga naik tipis 3,199 poin (0,55%) ke level 583,975.
Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 120.876 kali pada volume 5,744 miliar lembar saham senilai Rp 4,151 triliun. Sebanyak 132 saham naik, 71 saham turun, dan 74 saham stagnan.
Bursa-bursa regional Asia didominasi penguatan:
- Indeks Shanghai naik tipis 6,65 poin (0,26%) ke level 2.535,39.
- Indeks Hang Seng menguat 184,58 poin (0,91%) ke level 20.449,17.
- Indeks Nikkei 225 turun tipis 21,63 poin (0,23%) ke level 9.278,83.
- Indeks Strait Times melemah 10,86 poin (0,37%) ke level 2.937,60.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Anker Bir (DLTA) naik Rp 2.000 ke Rp 92.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.250 ke Rp 35.300, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 550 ke Rp 38.350, Astra Otoparts (AUTO) naik Rp 300 ke Rp 15.700, BRI( BBRI) naik Rp 200 ke Rp 9.950.
Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Petrosea (PTRO) turun Rp 400 ke Rp 12.600, Smart (SMAR) turun Rp 150 ke Rp 3.400, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 150 ke Rp 16.550, Unilever (UNVR) turun Rp 100 ke Rp 16.500.
Â
Â
(dro/qom)











































