Komentar Bernanke Rontokkan Wall Street

Komentar Bernanke Rontokkan Wall Street

- detikFinance
Kamis, 22 Jul 2010 07:21 WIB
Komentar Bernanke Rontokkan Wall Street
New York - Saham-saham di bursa Wall Street berakhir di teritori negatif merespons komentar Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke yang menyatakan perekonomian AS kini menghadapi 'ketidakpastian yang tidak biasa'.

Mengawali perdagangan, saham-saham bergerak flat menjelang pidato tengah tahunan Bernanke di Kongres. Namun saham-saham langsung bergerak melemah dengna cepat setelah Bernanke memberikan testimoni seputar kebijakan moneter.

"Proyeksi perekonomian masih menghadapi ketidakpastian yang tidak biasa. Bank Sentral masih mempersiapkan sejumlah kebijakan lanjutan yang diperlukan guna membantu perekonomian AS," jelas Bernanke dalam pidatonya seperti dikutip dari AFP, Kamis (22/7/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada perdagangan Rabu (21/7/2010), indeks Dow Jones melorot 109,51 poin (1,07%) ke level 10.120,45. Indeks Standard & Poor's 500 melemah 13,91 poin (1,28%) ke level 1.069,57 dan Nasdaq melemah 35,16 poin (1,58%) ke level 2.187,33.

"Aksi jual terjadi di pasar karena tidak ada 'obat' yang diberikan dari komentar Bernanke terhadap meningkatnya ancaman deflasi, berlebihnya kapasitas ekonomi dan gagalnya sistem kredit," ujar Joe Battipaglia, analis dari Stifel Nicolaus seperti dikutip dari Reuters.

Investor kini masih ragu-ragu untuk mengambil komitmen besar pada saham-saham sehubungan meningkatnya kekhawatiran seputar outlook perekonomian, dipicu data-data ekonomi yang mengecewakan.

"Mempertimbangkan apa yang telah dilakukan The Fed, ini menjadi peringatan ketika tiba waktunya mereka merasa perlu melakukan hal yang lebih banyak," ujar Peter Boockvar, analis dari Miller Tabak & Co.

Nasdaq merosot menyusul anjloknya saham Yahoo hingga 8,5% setelah mengungkapkan pendapatannya meleset dari perkiraan Wall Street.

Perdagangan tidak berjalan ramai, dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya 8,68 miliar lembar saha, di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 9,65 miliar.
(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads