Mengawali perdagangan, IHSG dibuka naik tipis ke level 3.013,696 dan kemudian sempat melemah ke level 2.999,766, turun 14 poin dari penutupan kemarin di level 3.013,401.
Sentimen bursa-bursa Asia yang bergerak area negatif sempat membuat IHSG ikutan bergerak di zona merah. Untungnya, saham-saham raksasa perkebunan berbalik arah menguat yang kemudian diikuti dengan penguatan saham-saham pertambangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Investor asing juga mencatat pembelian bersih tipis sebesar Rp 57 miliar.
Pada perdagangan Kamis (22/7/2010) sesi I, IHSG ditutup naik tipis 4,611 poin (0,15%) ke level 3.018,012. Indeks LQ 45 juga naik tipis 0,728 poin (0,12%) ke level 584,703.
Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 53.375 kali pada volume 3,292 miliar lembar saham senilai Rp 1,999 triliun. Sebanyak 100 saham naik, 85 saham turun, dan 81 saham stagnan.
Bursa-bursa regional Asia bergerak variatif dengan didominasi koreksi:
- Indeks Shanghai naik tipis 12,63 poin (0,50%) ke level 2.548,03.
- Indeks Hang Seng melemah 55,86 poin (0,27%) ke level 20.431,37.
- Indeks Nikkei 225 turun 63,53 poin (0,68%) ke level 9.215,30.
- Indeks Strait Times naik tipis 6,48 poin (0,22%) ke level 2.932,57.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Gudang Garam (GGRM) naik Rp 450 ke Rp 35.750, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 400 ke Rp 38.750, Indocement (INTP) naik Rp 350 ke Rp 16.850, Astra Agro (AALI) naik Rp 150 ke Rp 20.400, Hexindo (HEXA) naik Rp 100 ke Rp 5.250.
Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain United Tractors (UNTR) turun Rp 200 ke Rp 19.500, Astra Otoparts (AUTO) turun Rp 150 ke Rp 15.550, Unilever (UNVR) turun Rp 100 ke Rp 16.400, Mayora Indah (MYOR) turun Rp 100 ke Rp 7.850.
Â
Â
(dro/qom)











































