BEI Segera Panggil Manajemen BUMI dan DEWA

BEI Segera Panggil Manajemen BUMI dan DEWA

- detikFinance
Kamis, 22 Jul 2010 20:35 WIB
Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan meminta penjelasan manajemen PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) terkait pada laporan keuangan, khususnya selisih antara pendapatan dengan beban pokok pendapatan.

Direktur Utama BEI Ito Warsito menyebut, pemanggilan dilakukan agar penjelasan bisa dilakukan secara komprehensif.

"Secara faktual BUMI memang sudah lakukan keterbukaan kepada publik. Jadi kami suruh panggil dan ada penjelasan tertulis lagi. Ini dilakukan secara berbarengan," jelas Ito saat ditemui di kantornya, SCBD Jakarta, Kamis (22/7/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, Ito belum memastikan kapan pemanggilan terhadap grup Bakrie ini dilakukan. BEI lebih mengkaji lebih mendalam, terkait keterbukaan tertulis perseroan terakhir.

"Kita kaji dulu penjelasan keterbukaan tersebut," ungkapnya.

Manajemen DEWA melalui keterbukaan informasinya ke BEI, mengakui adanya selisih pada 2008 sebesar US$ 65,48 juta, yang berasal dari berbedaan pencatatan pendapatan DEWA sebesar US$ 170,977 juta dan beban pokok pendapatan BUMI US$ 236,46 juta.

Sementara itu pendapatan DEWA di 2009 tercatat US$ 156,56 juta dan beban pokok pendapatan BUMI di tahun tersebut tercatat US$ 455,61 juta. Terjadi selisih sebesar US$ 299,05 juta

Sehingga total selisih pendapatan DEWA dan beban pokok pendapatan BUMI di tahun 2008 dan 2009 tersebut mencapai US$ 364,53 juta.

Berdasarkan laporan keuangan DEWA yang sudah diaudit pada 2009 , pendapatan perseroan tercatat US$ 156,569 juta dari PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia (Arutmin). Sedangakan pendapatan di tahun 2008, total pendapatan US$ 170,977 juta.

(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads