PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) tidak akan melepas kepemilikannya di PT Garuda Indonesia jika harganya dibawah Rp 1 triliun. Namun Bank Mandiri tetap berharap bisa melepas kepemilikannya di Garuda sebesar 10,6% itu pada tahun ini.
Demikian disampaikan Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini dalam kesempatan wawancara khususnya dengan detikFinance di kantornya, Plaza Mandiri, Jakarta, Kamis (22/7/2010) malam.
"Aspirasi dari Bank Mandiri, pada saat mereka IPO tahun ini kita mau jual semua saham kita 10,6% senilai Rp 1 triliun itu," jelas Zulkifli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bank kan tidak boleh memiliki anak usaha yang tidak terkait perbankan. Garuda itu tidak ada hubungannya dengan perbankan, walaupun kita senang juga punya sahamnya. Disamping itu waktu konversi ada komitmen Garuda untuk lepas saham Bank Mandiri," imbuhnya.
Untuk itu, lanjut Zulkifli, pihaknya berharap ketika pemerintah melepas kepemilikannya di Garuda melalui Initial Public Offering (IPO), maka menyertakan pula pelepasan saham Bank Mandiri di maskapai pelat merah itu. Namun menurut Zulkifli, pihaknya tetap memiliki patokan seluruh saham yang dilepas harus lebih dari Rp 1 triliun.
"Pasti kita akan lepas di atas Rp 1 triliun. Kita tidak akan lepas kalau nilainya lebih rendah dari pada saat debt to equity swap tadi," tegas Zulkifli.
Namun Zulkifli yakin saat IPO nanti, saham Bank Mandiri di Garuda bisa bernilai tinggi mengingat kinerja gemilang yang dicetak Garuda dalam 2 tahun terakhir.
"Lebih baik menunggu sampai harga sahamnya sampai ke situ. Tetapi dengan kinerja Garuda yang cukup baik selama 2 tahun terakhir ini saya kira nilainya bisa di atas itu. Kita harapkan bisa di atas itu," urainya.
Bank Mandiri sebelumnya memiliki piutang ke Garuda dalam bentuk mandatory convertible bond (MCB/obligasi konversi) senilai Rp 1,018 triliun. Dalam perjanjian pelunasannya, Garuda membayar 5% dari utang pokok MCB senilai Rp 50,94 miliar, sedangkan sisanya sebesar Rp 967,87 miliar akan dikonversi menjadi saham Garuda sebesar 10,61%.
Garuda Indonesia berencana melepas sahamnya ke publik pada semester II. Pemerintah sebagai pemilik saham saat ini sedang dalam proses pemilihan penjamin emisi. Kinerja Garuda juga kini semakin membaik setelah sempat terus menerus didera kerugian.
Terhitung sejak tahun 2007, Garuda secara perlahan mulai membukukan laba bersih. Pada tahun 2006, Garuda mencatat laba sebesar Rp 60 miliar, tahun 2007 sebesar Rp 669 miliar dan tahun 2009 sebesar Rp 1,18 triliun. Garuda jugaΒ membidik laba bersih hingga Rp 3,75 triliun pada tahun 2014.
(qom/qom)











































