Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Jumat, 23 Jul 2010 09:20 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones: Saham AS naik, dengan Standard & Poor's 500 indeks menguat terbanyak dalam dua minggu, setelah perusahaan dari United Parcel Service Inc, AT&T, dan Qualcomm Inc meningkatkan perkiraan keuntungan. Harga saham UPS melonjak 5.2% setelah naiknya permintaan luar neger dan pemotongan biaya sehingga meningkatkan outlook laba pada perusahaan terbesar pengiriman paket dunia. AT&T naik 2.4% setelah laba triwulan mengalahkan perkiraan analis dalam perkiraan permintaan untuk iPhone Apple Inc. Qualcomm, pembuat chip terbesar yang menjalankan ponsel juga melonjak sejak November 2008 karena diperkirakan harga jual yang lebih tinggi untuk perangkat berbasis teknologi. The S&P 500 (+2.3%) ke 1,093.67; The Dow Jones Industrial Average (+2%) ke 10,322.30.

Regional Pagi: Lonjakan pada Wall Street mendorong penguatan saham-saham Asia di hari Jumat, dengan naiknya sejumlah produsen peralatan konstruksi di Jepang dan Korea seiring positifnya laporan keuangan dari Caterpillar AS. BHP Billiton (+1.8%), Rio Tinto (+1.8%), Woodside Petroleum (+1.9%) dan Santos (+1.9%) yang didorong oleh kenaikan pada harga komoditas di hari Kamis. Nikkei (+1.8%) 9387 S&P/ASX 200 (+1.6%) 4443 Kospi (+1.1%) 1754 STI (+0.6%) 2972

Commodity: Minyak mentah sedikit berubah dalam minggu ke 11 setelah naiknya ekuitas AS dan permintaan bahan bakar di tengah optimisme akan meningkatnya prospek pemulihan ekonomi. Harga minyak mentah naik sebesar 3.6% kemarin setelah rally saham EBay Inc dan Caterpillar Inc dalam pendapatan yang mengalahkan estimasi dan juga percepatan pertumbuhan di Eropa dalam sektor manufaktur dan jasa. Naiknya harga juga diperoleh setelah dollar jatuh terhadap euro, memperkuat daya tarik komoditas. WTI Crude (+0.0%) $79.3/barrel Gold (+0.0%) USD 1,195/t oz CPO (+0.1%) RM 2,508/MT Coal (-1.7%) USD 96.2/MT Nickel (+3.9%) USD 20,255/MT Tin (+1.1%) USD 18,575/MT
 

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Economic & Industrial News

Economic: Penjualan ORI 007 Melampui Target

Genap seminggu Obligasi Negara Ritel Seri 007 dipasarkan, target pemerintah sebesar Rp 5 triliun telah terlewati. Bhimantara Widyajala, Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan mengatakan, total penjualan ORI 007 pada hari ini mencapai Rp 1,04 triliun. Saking larisnya, menurut Bhimantara ada 17 agen penjualan yang mengajukan penambahan target penjualan. Target indikasi penjualan ORI 007 sendiri sebesar Rp 5 triliun dengan pemesanan minimum Rp 5 juta dan maksimum Rp 3 miliar. Tingkat kupon ORI 007 yang ditawarkan 7,95% per tahun dengan pembayaran kupon pada tanggal 15 tiap bulannya dengan jangka waktu tiga tahun.

Banking: Darmin dukung pembentukan OJK

Darmin Nasution tetap mendukung pembentukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) jika terpilih menjadi Gubernur Bank Indonesia. Namun, di menegaskan harus memperhatikan kontruksi lembaga itu agar tak membuat jurang pemisah distribusi informasi ke bank sentral. Komitmen tersebut membuat sejumlah kalangan anggota Komisi XI Bidang Keuangan dan Perbankan DPR untuk mendorong mantan Dirjen Pajak itu menjadi Gubernur Bank Indonesia, meski sikap terakhir tetap kembali ke internal fraksi. Legislator Fraksi PDI-P Mauarar Sirait menyampaikan pembentukan OJK merupakan amanat UU tentang Bank Indonesia, sehingga harus dijalankan oleh Gubernur Bank Indonesia yang menjabat saat itu. Amanat pembentukan OJK paling lambat akhir 2010.

Economic: BEI Raih Dana Segar Rp2 M dari Bakrie

Dengan adanya empat emiten yang kena denda masing-masing Rp500 juta, Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal mendapat dana segar sebesar Rp2 miliar. Dana Rp2 miliar dari empat emiten ke BEI itu akan dipakai untuk pengembangan pasar modal. Keempat emiten tersebut yakni PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR), PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), dan PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI).

Economic: Kadin desak pembentukan tim khusus tarif TDL

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendesak pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) segera membentuk tim khusus penentuan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) mendatang. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Adi Putra Tahir mengungkapkan dengan terbentuknya tim tersebut diharapkan bisa menentukan kenaikan tarif listrik secara berkala sesuai dengan parameter ekonomi dan lainnya sehingga tidak membebani masyarakat dan dunia usaha.

Economic: 2011, target PNBP kehutanan Rp2,58 triliun

Rencana Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)2011 diperkirakan mencapai Rp2,58 triliun, diantaranya penerimaanDana Reboisasi (DR) sebesar Rp1,3 triliun. Target penerimaan PNBP 2011 lebih kecil dari target 2010 disebabkan krisis global yang masih mempengaruhi pendapatan usaha sektor kehutanan,ungkap Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Kehutanan, Boen Poernama. Selain penerimaan dari DR, katanya, Kemenhut memperikirakan memperoleh penerimaan dari Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH) sebesarRp988,3 miliar yang diikuti dengan penerimaan dari izin pemanfaatan kawasan hutan sebesar Rp175 miliar.


Corporate News

BBTN: BTN Beraliansi Strategis dengan HDFC India

Bank BTN melakukan kerja sama strategis dengan housing Development Financial Corporation Limited (HDFC) India guna memperkuat posisi perseroan dalam industri pembiayaan perumahan di Indonesia. Penandatangan nota kesepahaman (MoU) dilakukan Dirut BTN Iqbal Latanro di Mumbai, India, 20 Juli 2010. MoU yang ditandatangi mencakup beberapa aspek, antara lain pelatihan bagi Bank BTN, pertukaran karyawan, technical advisory service bagi Bank BTN, dan kemungkinan untuk mendirikan mortgage learning center di Indonesia. Keinginan untuk efisiensi proses bisnis di Bank BTN sejalan dengan initiatif yang telah dilakukan oleh bank dalam merancang dan mengimplementasikan loan origination system (e-loan) dan loan recovery system (e-Coll). Diharapkan e-Loan dan e-Coll dapat diimplementasikan. (bloomberg/aw)

BNBR: Butuh Rp84 M, Anak Usaha BNBR Bidik Mitra China

PT Bakrie Building Industries (BBI), salah satu anak usaha PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) yang bergerak di bidang industri bahan bangunan, saat ini sedang melakukan penjajakan kerja sama investasi dengan calon-calon mitra strategis di China. BBI bermaksud menggandeng mitra strategis untuk mengembangkan produk-produk baru. Kata Presiden Direktur-CEO BNBR, Bobby Gafur Umar, investasi yang kami butuhkan sebesar Rp84 miliar. Sumbernya kas internal dan pinjaman bank. Kami berharap, dalam dua tahun ke depan penjualan BBI telah menembus Rp1 triliun.

KBRI: Kertas Basuki Reverse Stock

PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (KBRI), produsen kertas yang kini dipimpin mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional Glen Yusuf, berencana melakukan penggabungan nilai saham dan penyusutan jumlah saham beredar (reverse stock). Hal itu terungkap dalam keterbukaan informasi perseroan terkait agenda RUPSLB kepada BEI dan KSEI kemarin.

PTBA: Finalisasi Proyek US$300 Juta

PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) memfinalisasi proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Banjarsari US$300 juta. Proyek milik PT PLN itu berlokasi di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. PTBA akan mengerjakan proyek PLTU Banjarasari berkapasitas 2x100 MW pada 2H.

TCID: 1H, Laba Terpangkas 15,8%

PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) mencatat penurunan laba bersih 15,8% pada 1H10 menjadi Rp68,7 miliar dibanding periode yang sama 2009 sebesar Rp81,6 miliar. Laba bersih per saham perseroan pun turun menjadi Rp342 dari sebelumnya Rp406. Penjualan bersih perseroan 1H10 hampir sama dengan periode 1H09 sebesar Rp726,34 miliar.

TRAM: CNOOC Sewa Kapal TRAM US$112 Juta

China International Offshore Oil Corporation (CNOOC) SES Ltd Tiongkok akan menyewa kapal jenis anjungan penyimpanan minyak dari PT Trada Maritime Tbk (TRAM) senilai US$112 juta atau setara Rp1,04 triliun. Kontrak tersebut berdurasi delapan tahun mulai Januari 2011 hingga Januari 2019.

PNBN: Salurkan Kredit Rp49,7 Triliun

PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) telah menyalurkan kredit Rp49,7 triliun hingga akhir 1H10. Penyaluran kredit tersebut meningkat 34,25% dibanding periode sama tahun lalu Rp37,02 triliun. Kredit outstanding Bank Panin mencapai Rp49,7 triliun sampai akhir Juni lalu. Kredit itu tumbuh 11,93% dibanding akhir Desember 2009 sebesar Rp44,4 triliun.

GDST: PT Gunawan Investasi US$ 120 Juta

Produsen pelat baja canai panas PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) berencana menambah kapasitas produksi terpasang sebesar 22,22% menjadi 550.000 ton per tahun dari sebelumnya 450.000 ton per tahun dengan menganggarkan dana US$ 120 juta. Sumber pendanaan penambahan kapasitas produksi terpasang yang ditargetkan selesai pada 2013 dari operasional perseroan.
 

Corporate Actions


  • Hari ini (23/7), cum dividen tunai Panin Sekuritas Tbk (PANS) Rp 50 per saham Ex date (26 Jul 2010)
  • Hari ini (23/7), cum dividen tunai Citra Tubindo Tbk (CTBN) US$0,016 per saham Ex date (26 Jul 2010)
  • Hari ini (23/7), cum date stock split Intiland Development Tbk (DILD) rasio 1(old) : 2(new) Ex date (26 Jul 2010)

Technical Picks


  • BTEL (153) - Trading Buy
  • UNTR (19250) - Buy on Weakness
  • BBKP (660) - Trading Buy
  • ADRO (2025) - Trading Buy
 

 

 

(dro/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads