PTBA Siapkan US$ 41,4 Juta Untuk PLTU Tanjung Enim

PTBA Siapkan US$ 41,4 Juta Untuk PLTU Tanjung Enim

- detikFinance
Jumat, 23 Jul 2010 14:08 WIB
Jakarta - PT Bukti Asam Tbk (PTBA) siap melakukan investasi US$ 41,4 juta untuk pembangunan PLTU Tanjung Enim berkapasitas 3x10 MW. Pembangunan ini sebagai langkah efisiensi untuk ketersediaan listrik karena adanya kenaikan tarif mulai bulan Juli 2010.

Demikian disampaikan Corporate Secretary PTBA, Achmad Sudarto dikantornya, Jalan HR Rasuna Said Jakarta, Jumat (23/7/2010).

"Salah satu upaya untuk meningkatkan efisiensi adalah membangun PLTU 3x10 MW di lokasi tambang Tanjung Enim, untuk pemakaian sendiri," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, perseroan telah menyiapkan investasi sebesar US$ 41,4 juta yang bersumber dari pendanaan internal. Hal ini penting untuk mempertahankan biaya produksi yang rendah secara berkesinambungan.

"Ini sangat relevan, di mana pemerintah mulai bulan Juli 2010 telah meningkatkan TDL (tarif dasar listrik) untuk industri," jelasnya.

Achmad menambahkan, hingga Juni 2010 progres pembangunan PLTU Tanjung Enim sudah mencapai 54,5%. Diharapkan, supplai energi dari pembangkit ini sudah bisa didapat pada pada triwulan II-2011.

"Kebutuhan energi kami di tambang ini 23 MW. Mudah-mudahan ini mencukupi," tutur Achmad.

Hingga akhir tahun 2010, perseroan menargetkan dapat mencatat volume penjualan hingga 15 juta ton. Ini berarti terjadi peningkatan 15% dibandingkan penjualan tahun sebelumnya yang sebesar 12,5 juta ton.

Peningkatan volume penjualan ini, lanjutnya, diharapkan dari peningkatan volume angkutan kereta api di tahun 2010 yang diperkirakan mencapai 11 juta ton dari sebelumnya 10,5 juta ton.Β 

Tambahan produksi dari anak usaha tambang IPC di Kalimantan yang mulai produksi triwulan IV-2009 merupakan faktor pendukung naiknya target volume penjualan tersebut.

"Kami sudah amankan volume penjualan dari tiga PLTU, yaitu PLTU Asahan 1 juta ton, PLTU Tarahan 700 ribu ton, dan PLTU Suralaya 5,5 juta ton. Jadi total sudah sekitar 8 juta ton, sudah setengah dari target," imbuhnya.

(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads