Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Senin, 26 Jul 2010 09:39 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones: Saham AS naik minggu ini, hampir menghapus kerugian Dow Jones Industrial Average di 2010, setelah pendapatan yang lebih baik dari yang diperkirakan perusahaan dari United Parcel Service Inc ke Apple Inc dan Ford Motor Co mengangkat kepercayaan perekonomian sudah mulai pulih.

UPS, Apple dan Ford memperoleh kenaikan sebesar 4 persen setelah keuntungan mereka mengalahkan perkiraan analis rata-rata minimal 9 persen. Genzyme Corp melonjak 21 persen, terbesar sejak 2000 dan kenaikan terbesar dalam Standard & Poor's 500 indeks, setelah dua orang terkait dengan masalah kata Sanofi-Aventis SA mengambil ahli Produsen obat. Standard & Poor's 500 indeks (+0.82%) ke 1,102.66; Dow Jones Industrial Average (+0.99%) ke 10,424.62.

Regional : Bursa saham Asia menguat tipis di hari Senin, didorong oleh penguatan pada Wall Street di tengah prospek terhadap stress test bank Eropa. Saham-saham Australia menyentuh level tertinggi dalam 4 pekan yang dipicu oleh kuatnya penjualan Wesfarmers pada 4Q. Wesfarmers (+2.2%). Nikkei (+ 1.3%) 9553, S&P/ASX 200 (+ 0.9%) 4497, Kospi (+ 0.3%) 1762, STI (+0.06%) 2975.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Commodity: Minyak mentah turun untuk hari kedua di New York di tengah prediksi yang menyatakan bahwa ekonomi AS akan bergerak dalam laju yang lambat di kuartal kedua ini, menambah kekhawatiran pemulihan permintaan bahan bakar yang makin melemah.

Harga minyak turun setelah perkiraan bahwa produk domestik bruto AS meningkat pada laju tahunan sebesar 2,5% setelah meningkat pada level 2,7% dalam kuartal pertama tahun ini, berdasarkan hasil survei Bloomberg News sebelum Departemen Perdagangan AS mengeluarkan laporannya pada 30 Juli mendatang. Harga minyak juga jatuh akibat badai tropis Bonnie. WTI Crude (-0.2%) $ 78.8/barrel, Gold 100 (+0.2%) USD 1,191/t oz, CPO (+1.0%) RM 2,534/MT, Nickel (+0.5%) USD 20,355/MT, Tin (+5.0%) USD 19,495/MT.

Economic & Industrial News

Banking: Batasan LDR OK, turunkan bunga nanti dulu

Sejumlah bankir menyambut baik adanya penetapan Bank Indonesia terkait rasio pinjaman terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) sebagai acuan perhitungan giro wajib minimum (GWM) untuk meningkatkan intermediasi. Direktur Bisnis Komersial CIMB Niaga Handoyo Soebali mengatakan setuju adanya penetapan LDR pada level 75%-105% jika tujuannya untuk mendorong perbankan menyalurkan kredit kepada masyarakat.

Energy: Samchully Co akuisisi 34% saham proyek gas Plaju

Samchully Co, melalui unit usaha batu baranya Samtan Co mengakuisisi 34% saham proyek Natural Gas to Liquid Plaju, Sumatera Selatan, menggantikan posisi E1 Corp yang semula bekerja sama dengan PT Pertamina Gas di proyek senilai US$192 juta itu. Direktur Pengembangan dan Niaga Pertagas Hardjana mengatakan Samtan memutuskan untuk mengambil penuh kepemilikan saham E1 pada proyek tersebut, yaitu sebesar 34%. Proses akuisisi itu, tuturnya, sudah tuntas setelah proses uji tuntas selesai sebulan yang lalu.

Economic: Percepat penurunan kemiskinan lewat UMKM

Pemerintah akan fokuskan perhatian pada pemberdayaan kegiatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) guna mengakselerasi penurunan tingkat kemiskinan dan pengangguran. Menteri PPN dan Kepala Bappenas Armida Salsiah Alisjahbana mengatakan permasalahan kemiskinan dan pengangguran merupakan masalah yang harus segera diatasi guna menciptakan pembangunan ekonomi yang merata.

Mining: KS dan Posco Tandatangan Kerjasama 3 Agustus 2010

Rencana penandatanganan kerjasama pembentukan perusahaan patungan antara PT Krakatau Steel dan Pohang Steel and Iron Company (Posco) kembali molor. Rencananya, penandatanganan kerjasama pembentukan perusahaan patungan ini dilakukan Jumat (23/7) Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan KS dan Posco akan melakukan penandatanganan kerjasama pembentukan perusahaan patungan (joint venture) pada tanggal 3 Agustus yang akan datang. Tapi pada awalnya, KS hanya akan mendapatkan porsi saham sebesar 30%. Nantinya ketika pembangunan fisik pabrik baja patungan antara KS dan Posco ini sudah selesai, baru KS akan menambah porsi sahamnya. Catatan saja, bersama Posco KS bakal membangun pabrik baja berkapasitas 5 juta ton per tahun dengan total investasi sebesar US$ 5 miliar.

Commodity: Sampai Juni, Indonesia Ekspor 1,135 Juta Ton CPO

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mengungkapkan, volume ekspor minyak sawit mentah (CPO) dan produk turunannya pada Juni 2010 mencapai 1,135 juta ton atau naik 96 ribu ton dari bulan sebelumnya 1,039 juta ton. Direktur Eksekutif Gapki Fadhil Hasan di Jakarta, Minggu mengatakan, kenaikan tersebut didorong oleh naiknya kebutuhan CPO dan turunannya dari Bangladesh, India dan Pakistan. Menjelang ramadan, tambahnya, produsen minyak makan dan makanan di ketiga negara menyiapkan pasokan bahan baku yang salah satunya dari minyak sawit Indonesia. "Tentu saja, mereka akan terus menambah pembelian minyak sawit hingga mendekati Hari Raya Idul Fitri," katanya. Pada Juni Bangladesh mengimpor CPO dan produk turunannya dari Indonesia sebesar 58.779 ton, naik dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya 30.800 ton, sedangkan Pakistan mulai membeli kembali CPO dan produk turunannya 9.250 ton. Sementara India mengimpor CPO dari Indonesia 365.910 ton, RBD Olein 73.050 ton, Crude Olein 27.800 ton, RBD Palm Oil (PO) 1.000 ton dan PFAD (Palm Fatty Acid Distillate) 8.270 ton.

Economic: RI Butuh Dana US$ 96,2 Miliar Untuk Listrik

Indonesia membutuhkan dana sebesar US$ 96,2 miliar untuk memperkuat sistem kelistrikan di tanah air hingga tahun 2019. Dari total kebutuhan dana tersebut, sebagian besar akan dialokasikan untuk membiayai pembangunan pembangkit yang dibangun PT PLN (Persero) dan juga investor listrik swasta (Independent Power Producer/IPP) sebesar US$ 70,5 miliar. Sementara untuk investasi penyaluran sebesar US$ 14,3 miliar dan investasi distribusi sebesar US$ 11,3 miliar. Khusus untuk pembangkit, pada periode 2010-2019 PLN dan swasta direncanakan akan membangun pembangkit-pembangkit dengan total kapasitas sebesar 55.468 MW. Di mana sebesar 31.951 MW akan dibangun oleh PLN dan IPP sebesar 23.156 MW.

Economic: Rekening Ditertibkan, Kekayaan Negara Capai Rp441,18 T

Pemerintah menyatakan kekayaan pemerintah pada 2009 naik signifikan dibanding 2008. Dalam laporan keuangan pemerintah pusat (LKPP) 2009 yang tercatat hingga 31 Desember 2009, dinyatakan kekayaan pemerintah sebesar Rp441,18 triliun. Nilai tersebut meliputi jumlah aset negara sebesar Rp2.122,89 triliun dan kewajiban sejumlah Rp1.681,71 triliun.

US: Dolar Melemah Terhadap Euro Setelah Tes Bank Eropa

Dolar sedikit melemah terhadap euro pada Jumat, setelah rilis hasil "stress test" (uji ketahanan) bank Eropa, di mana tujuh bank gagal, disambut oleh skeptisme di pasar. Euro diperdagangkan pada 1,2906 dolar sekitar 2100 GMT di New York, naik dari 1,2886 dolar akhir Kamis. Terhadap mata uang Jepang, dolar menguat ke 87,36 yen dari 86,92 yen. Euro awalnya tergelincir terhadap dolar setelah publikasi, dimulai pada 1600 GMT, dari hasil tes stres pada 91 bank Eropa. Mata uang dari 16 negara zona euro membuat kembali sedikit pada akhir perdagangan. "Reaksi awal telah bervariasi," kata Vassili Serebriakov, seorang analis di Bank Wells Fargo. "Kita harus menunggu dan melihat pasar untuk mencerna tes lebih sedikit." Menurut analis, "sebuah transaksi bagus dari kenaikan kembali ini telah berkurang untuk dilakukan dengan stres tes dan lebih berkaitan dengan cara pasar ekuitas di AS berakhir menguat," yang mendorong pembeli untuk meninggalkan safe haven dolar AS.

US: Prospek Ekonomi AS Masih Buram

Rupanya, optimisme mengenai pertumbuhan perekonomian AS saat ini masih juga rendah. Sebagai bukti, sejumlah ekonom memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi AS di kuartal dua tahun ini akan melambat seiring dengan menurunnya angka belanja konsumen dan defisit perdagangan. Berdasarkan nilai tengah 68 ekonom yang disurvei oleh Bloomberg, Produk Domestik Bruto AS di kuartal dua hanya akan naik sekitar 2,5% setelah kuartal sebelumnya naik 2,7%. Data lainnya kemungkinan juga menunjukkan, investasi bisnis yang bakal melorot dan prospek industri perumahan kian terpuruk. Adanya penurunan laju pertumbuhan dibanding kuartal sebelumnya dapat diartikan perusahaan akan menunda merekrut karyawan baru dan akan memangkas harga untuk meningkatkan penjualan.

UK: Ernst & Young Pangkas Prediksi Pertumbuhan Inggris

Item Club, sebuah divisi riset dari Ernst & Young LLP, memangkas prediksi pertumbuhan ekonomi Inggris untuk tiga tahun ke depan. Item Club juga memprediksi bank sentral Inggris kemungkinan besar tidak akan menaikan suku bunga acuannya hingga 2014 karena ada tekanan ada anggaran belanja pemerintah. April lalu, Item Club memprediksi pertumbuhan ekonomi Inggris pada tahun 2012 bakal mencapai 3,4% dan 3,1% untuk 2013. Tetapi, Item Club lantas merevisi angka tersebut. Item Club memprediksi pertumbuhan ekonomi Inggris tahun 2012 hanya sebesar 2,8% dan 2,9% untuk tahun 2013. Itu sebabnya, Item Club menilai bank sentral bakal mempertimbangkan untuk memperluas stimulus ekonomi Inggris mengingat kinerja perekonomian yang tengah memburuk. Pasalnya, kebijakan pemangkasan bujet pemerintah Inggris yang bertujuan untuk mengekang defisit anggaran merupakan pemangkasan terbesar sejak Perang Dunia II.

Korea: Kuartal II, Perekonomian Korsel Tumbuh 7,2%

Perekonomian Korea Selatan (Korsel) mencatatkan pertumbuhan 1,5 persen pada kuartal II-2010 (month-on-month/mom), jika dibandingkan kuartal sebelumnya dan 7,2 persen (year-on-year/yoy). Pertumbuhan luar biasa tersebut diharapkan petanda baru dalam pemulihan ekonomi ke depannya bagi negara tersebut. Selama semester pertama, Korea Selatan mencatatkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) mencapai 7,6 persen dari tahun sebelumnya. Kendati demikian, pertumbuhan pada April-Juni malah melambat jika dibandingkan pada kuartal pertama, ditandai dengan stimulus pemerintah yang lebih rendah. Perekonomian Korsel sendiri mampu mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,1 persen pada kuartal I-2010 , dan secara yoy mencatatkan pertumbuhan sebesar 8,1 persen.

Corporate news

BBTN: BTN gandeng HDFC India

PT Bank Tabungan Negara Tbk melakukan aliansi strategis dengan Housing Development Financial Corporation Limited (HDFC) India. Kerja sama yang dijalin dalam berbagai bidang guna mendorong ekspansi pembiayaan perumahan. Kerja sama tersebut diteken oleh Dirut BTN Iqbal Latanro di dampingi oleh Direktur Mortgage & Consumer Banking Bank BTN Irman A. Zahiruddin di Mumbai, India, pekan ini.

BBRI: Kredit konsumer komersial BRI capai Rp8 triliun

PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk menyalurkan kredit konsumer komersial sebesar Rp8 triliun hingga Juni 2010. General Manager Kredit Konsumer BRI Joice Farida Rosandi mengatakan kredit konsumer komersial terdiri dari kredit pemilikan rumah (KPR), kredit multiguna (KMG), dan kredit kendaraan bermotor (KKB). Dan jumlah tersebut berkontribusi sebesar 4% kepada total penyaluran kredit perseroan.

BBKP: Syariah Siap Tambah Modal Rp 100 Miliar

Bank Syariah Bukopin (BSB) berencana untuk menambah modal di akhir tahun ini untuk mendukung ekspansi bisnis di tahun depan. Direktur Utama Bukopin Syariah Riyanto mengungkapkan, pihaknya berencana menambah modal sebesar Rp 50 miliar sampai Rp 100 miliar. Penambahan modal tersebut rencananya akan diperoleh dari existing share holder. Dengan tambahan modal tersebut, lanjut Riyanto, rasio kecukupan modal alias CAR akan bertambah menjadi sekitar 16% sampai 17% dari CAR saat ini yang berada pada posisi 12,24%. Menurut Riyanto, modal tambahan tersebut penting untuk menjadi landasan bagi ekspansi Bukopin Syariah di tahun 2011. Rencananya, Bukopin Syariah akan menambah kantor cabang sebanyak 3 unit dan kantor cabang pembantu sebanyak 8 unit.

KBLV: Jual Aset ke Anak Usaha Rp110 M

PT First Media Tbk (KBLV) telah melakukan transaksi penjualan aset perseroan dengan PT Link Net (anak usaha dengan kepemilikan 99 persen) senilai Rp110 miliar. Transaksi sebesar Rp110 miliar tersebut dibagi dalam dua kali pembayaran. Yakni pada 21 Juni 2010 sebesar Rp46 miliar dan pada 25 Juni sebesar Rp64 miliar. Adapun laporan ini berdasarkan keterbukaan informasi XK1 tentang lampiran keputusan ketua Bapepam Nomor kep 86/PM/1996 pada 24 Januari 1996 tentang keterbukaan informasi yang harus segera disampaikan ke publik.

BMRI: Bank Mandiri Catatkan Laba Bersih Rp4 Triliun

Bank Mandiri mencatatkan laba bersih sebesar Rp4 triliun pada triwulan kedua 2010, atau tumbuh 37,8 persen dibandingkan periode yang sama 2009 sebesar Rp2,9 triliun. "Pertumbuhan penyaluran kredit, peningkatan dana murah, pertumbuhan fee based income sebesar 40,7 persen serta biaya yang terkendali dengan baik mendorong pertumbuhan laba bersih menjadi Rp4 triliun pada triwulan kedua 2010," kata Direktur Utama Zulkifli Zaini, dalam Paparan publik laporan keuangan kuartal II/2010 PT Bank Mandiri (persero), di Jakarta, Jumat. Pendapatan bunga bersih tumbuh 8,2 persen dari Rp8,66 triliun pada Juni 2009 menjadi Rp9,37 triliun per Juni 2010. Total "fee based income" naik 40,7 persen yaitu dari Rp2,605 triliun pada Juni 2009 menjadi Rp3,664 triliun pada Juni 2010. Sedangkan total operating income mengalami pertumbuhan sebesar 15,7 persen naik dari Rp11,265 triliun menjadi Rp13,033 triliun.

BACA: Bantah Ada Rush

PT Bank Capital Tbk (BACA) menegaskan tidak ada penarikan besar-besaran (rush) yang terjadi belakangan akibat kisruh perbedaan pencatatan deposito di BACA milk Grup Bakrie dan Benakat. Direktur Utama BACA Nico Mardiansyah mengatakan saat ini posisi BACA sudah jelas dimana kesalahan pencatatan terjadi pada emiten bersangkutan. Ia menambahkan, masalah perbedaan pencatatan atas laporan keuangan yang diberitakan dalam dua pekan belakangan sudah selesai. Grup Bakrie yakni BNBR, UNSP dan ENRG harus membayarkan denda sebesar Rp 1,5 miliar sedangkan BIPI sebesar Rp 500 juta. Kesalahan penyajian laporan keuangan oleh emiten tersebut dapat menyebabkan kepercayaan investor menurun.

RALS: Jelang Ramadan, Ritel Tambah Stok Dua Kali Lipat

Memasuki bulan Ramadan dan Lebaran Idul Fitri tahun ini,perusahaan ritel menambah persediaan barang hingga 200 persen, atau dua kali lipat dari biasanya. Angka ini melonjak signifikan dibanding bulan-bulan biasanya. Direktur PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk Setyadi Surya mengatakan, perseroan telah mempersiapkan persediaan barang, seperti pakaian,aneka biskuit atau kue kering,sirup dan bahan pokok lainnya menjelang puasa dan hari raya.Kenaikannya bisa mencapai 150-200 persen dibanding bulan biasanya. Pada tahun 2010 perseroan segera ekspansi dengan membuka 10-12 gerai dengan investasi Rp350 miliar.Ramayana akan merambah wilayah di Indonesia Timur di antaranya Samarinda,Abepura dan Balikpapan. Adapun, saat ini perseroan memiliki 105 gerai di berbagai kota di Indonesia.

ELTY: Rights Issue Bakrieland Sepi Peminat

Rights issue PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) kurang diminati pasar karena terkena imbas kasus simpanan di Bank Capital. Padahal kinerja emiten ini selama 1H naik signifikan. Akibatnya, saham baru yang dilepas ke pasar sebanyak 19,95 miliar saham untuk memperoleh dana sebesar Rp 3,2 triliun hanya terserap sekitar 80%. (bisnis/uth)

EXCL: Investasi Rp4,5 Triliun

PT XL Axiata Tbk (EXCL) mengalokasikan dana Rp4,5 triliun untuk memperkuat jaringan, termasuk membangun 1.500-2.000 stasiun pemancar dan penerima sinyal telekomunikasi tahun ini. Hingga 1H, XL telah merealisasikan BTS sebanyak 900 unit.

KARK: Jajaki Gandeng China Harbour

PT Dayaindo Resources International Tbk (KARK) menjajaki kerjasama dengan China Harbour Engineering Company Ltd (CHEC), untuk membangun pelabuhan batubara Belang Belang Coal Terminal (BBCT) senilai US$150 juta atau setara Rp1,39 triliun. Kedua pihak tersebut telah bertemu dua kali untuk mematangkan rencana kerja sama tersebut.

DSSA: Suntik Anak Usaha Rp180 Miliar

PT Dian Swastika Tbk (DSSA) telah menyuntikkan dana segar sebesar Rp180 miliar kepada anak perusahaannya, PT Bumi Kencana Eka Sakti (BKES). Penyuntikan dana dilakukan dengan membeli atas saham bau yang diterbitkanoleh BKES. DSSA telah memperoleh pinjaman baru dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp10 juta atau sekitar Rp900 miliar pada awal Juli ini.

INCO: Tawari Pasokan ke Antam

PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO) menjajaki kerja sama dengan PT Aneka Tambang (ANTM). Incoberniat memasok nikel sebanyak satu juta ton untuk pabrik Antam. Sementara itu, Inco juga terus membangun PLTA Karebbe senilai US$410 juta. Proyek Karebbe diperkirakan rampung pada 2H11.

BJBR: Laba Bersih Bank Jabar Banten Naik 37,49%

PT Bank Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) mencatatkan peningkatan laba sebesar 37,49 persen menjadi Rp548,278 miliar pada semester I-2010 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp398,756 miliar. Peningkatan laba bersih perseroan tersebut, dipicu oleh pos pendapatan bunga bersih perseroan selama semester I-2010 yang naik 28,84 persen menjadi Rp1,264 triliun, jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp981,411 miliar.

PTBA: Bukit Asam Ekspansi US$2 miliar

BUMN tambang PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk mengalokasikan US$2 miliar setara dengan Rp18 triliun yang dialokasikan secara bertahap guna mendanai sejumlah ekspansinya sampai 2011. Sekretaris Perusahaan Bukit Asam mengatakan dari total dana ekspansi itu, bagian yang terbesar adalah rencana penambahan saham dari 10% ke 30% ke PT Bukit Asam Transpacific Railway (BATR) senilai US%1,5 miliar.
 
Earning Watch

  • KLBF: Pada 2Q, Laba Bersih Tumbuh 43,5%
  • BMRI: Laba Bersih Naik 38% pada 2Q

Technical Picks

  • TBLA (375) - Trading Buy
  • GZCO  (370) -  Trading Buy
  • ELSA (355) - Trading Buy
  • SGRO (2500) – Trading Buy.
 

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads