Mengawali perdagangan, IHSG sempat dibuka menguat 12,230 poin (0,43%) ke level 3.055,250. Penguatan IHSG terus berlangsung dan sempat menembus titik tertingginya di 3.062,953.
Namun selanjutnya secara perlahan IHSG tergerus dan selanjutnya terbentur-bentur teritori negatif dan menyentuh titik terendahnya pada level 3.036,109. Koreksi atas saham-saham unggulan akhirnya membuat IHSG batal bertahan di level tertingginya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan Senin (26/7/2010), IHSG akhirnya ditutup melemah 18,321 poin (0,60%) ke level 3.023,699. Indeks LQ 45 juga melemah 4,264 poin (0,72%) ke level 584,317.
Sementara nilai tukar rupiah ditutup menguat tipis ke level 9.035 per dolar AS, dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level 9.050 per dolar AS.
Bursa-bursa Asia pada awal pekan ini bergerak cukup variatif.
- Indeks Shanghai menguat tipis 16,66 poin (0,65%) ke level 2.588,68.
- Indeks Hang Seng naik 24,58 poin (0,12%) ke level 20.839,91.
- Indeks Nikkei-225 menguat 72,70 poin (0,77%) ke level 9.503,66.
- Indeks Straits Times melemah tipis 8,01 poin (0,27%) ke level 2.965,46.
Perdagangan berjalan cukup ramai dengan transaksi di seluruh pasar mencapai 114.742 kali pada volume 5.075 juta lembar saham senilai Rp 3,478 triliun. Sebanyak 62 saham naik, 138 saham turun dan 60 saham stagnan.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat (BJBR) naik Rp 50 menjadi Rp 1.250, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 50 menjadi Rp 6.150, Unilever (UNVR) naik Rp 150 menjadi Rp 16.500, Indofood (INDF) naik Rp 25 menjadi Rp 4.450.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra International (ASII) turun Rp 300 menjadi Rp 49.800, Telkom (TLKM) turun Rp 100 menjadi Rp 8.050, United Tractor (UNTR) turun Rp 200 menjadi Rp 19.700, International Nickel (INCO) turun Rp 100 menjadi Rp 4.075.
(qom/qom)











































