Menurut laporan keuangan unaudited semester-I 2010 yang dipublikasikan Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (26/7/2010), hingga akhir Juni 2010 penjualan bersih perseroan mencapai Rp 4,706 triliun atau naik 11,59% dari posisi tahun lalu, Rp 4,217 triliun.
Beban pokok penjualan juga ikut naik, dari 2,322 triliun menjadi Rp 2,147 triliun. Selisih ini mengakibatkan laba kotor perseroan juga ikut meningkat hingga 15,12% dari Rp 2,07 triliun menjadi Rp 2,322 triliun sampai 30 Juni 2010.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perseroan juga berhasil mencetak penghasilan lain-lain Rp 3,535 miliar, setelah pada semester-I 2009 membukukan beban lain-lain sebesar Rp 34,952 miliar.
Tentu hal ini menambah pundi-pundi laba sebelum pajak, yang hingga akhir Juni 2010 mencapai Rp 841,74 miliar. Laba ini naik 26,87% dari periode yang sama tahun 2009, Rp 663,445 miliar.
Usai terpangkas pajak yang mencapai Rp 239,883 miliar,Β laba sebelum hak minoritas pun menjadi Rp 601,857 miliar atau meningkat 28,28% dari semester-I 2009 Rp 469,142 miliar.
Laba bersih pun mencapai Rp 572,337 miliar, naik 43,54% dari periode yang sama tahun lalu, Rp 398,709 miliar. Laba bersih per saham mencapai Rp 61 per lembar, dari posisi tahun lalu Rp 41 per lembar.
(wep/ang)











































