Habiskan US$ 10 Juta, Medco Bidik Bisnis LNG

Habiskan US$ 10 Juta, Medco Bidik Bisnis LNG

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Selasa, 27 Jul 2010 13:26 WIB
Habiskan US$ 10 Juta, Medco Bidik Bisnis LNG
Jakarta -

PT Medco Energy International Tbk (MEDC) ternyata tertarik menjadi penghasil LNG yang bersumber dari gas metana batu bara (CBM). Sebagai tahap awal, perseroan telah memulai tahap ekplorasi dan penelitian potensi tambang dengan menghabiskan dana US$ 10 juta.

Menurut Direktur Utama PT Medco Energi Internasional Tbk Darmoyo Doyoatmojo, MEDC telah memulai penelitian dan tahap ekplorasi di wilayah Sumatera Selatan.

"Potensinya sampai triliunan kubik. Besar potensinya, tapi masih baru karena gas ini agak lain, dari batubara," ungkap Darmoyo di Hotel Kempinski Jalan MH Thamrin, Jakarta Selasa (27/7/2010)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masuknya perseroan sebagai penghasil LNG asal batubara ini, sesuai dengan anjuran pemerintah untuk menggiatkan energi alternatif yang belum tergarap. "Produksi baru sekitar 3-4 tahun. Ini baru awal dan sangat dianjutkan pemerintah," katanya.

Untuk itu, perseroan telah menyiapkan dan sekitar US$ 10 juta guna meneliti potensi gas CBM ini. "Kita adakan penelitian, dananya di bawah US$ 10 juta," katanya.

Berdasarkan data Dirjen Migas Kementerian ESDM disebutkan, potensi CBM Indonesia sangat besar yaitu yaitu 453,3 TCF yang tersebar pada 11 cekungan hydrocarbon. Dari sumber daya tersebut, cadangan CBM sebesar 112,47 TCF, merupakan cadangan terbukti dan 57,60 TCF merupakan cadangan potensial.

CBM Indonesia berada di cekungan Sumatera Selatan (183 TCF), Barito (101,6 TCF), Kutei (89,4 TCF) dan Sumatera Tengah (52,5 TCF) untuk kategori high prospective. Cekungan Tarakan Utara (17,5 TCF), Berau (8,4 TCF), Ombilin (0,5 TCF), Pasir/Asam-Asam (3,0 TCF) dan Jatibarang (0,8) memiliki kategori medium. Sedangkan cekungan Sulawesi (2,0 TCF) dan Bengkulu (3,6 TCF) berkategori low prospective.

CBM telah diusahakan secara komersial di sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Kanada, China dan Australia. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan Pemerintah, kondisi pengusahaan CBM di Indonesia lebih mendekati ke Powder River Basin USA di mana tingkat kematangan batu bara berada pada sub-bituminus.

(wep/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads