Membuka perdagangan, IHSG langsung menguat 11,722 poin (0,39%) ke posisi 3035,421. Penguatan IHSG terus berlanjut hingga pada penutupan sesi I berhasil menembus rekor tertingginya. Posisi tertinggi IHSG pada hari ini berada pada 3061,627.
Pada sesi I, IHSG masih ditutup menguat 32,797 poin (1,08%) ke level 3056,496 atau merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah. Indeks LQ 45 juga menguat 7,151 poin (1,22%) ke level 591,468.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini berarti IHSG tidak berhasil menggapai rekor tertingginya. Rekor tertinggi intraday sebelumnya dicapai pada 23 Juli 2010 ketika IHSG sempat menembus level 3.051,364 sebelum akhirnya ditutup pada level 3.042,02.
Bursa-bursa regional cukup variatif pada hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai melemah 13,31 poin (0,51%) ke level 2.575,37.
- Indeks Hang Seng menguat 133,48 poin (0,64%) ke level 20.973,39.
- Indeks Nikkei-225 melemah 6,81 poin (0,07%) ke level 9.496,85.
- Indeks Straits Times menguat 16,93 poin (0,57%) ke level 2.983,92.
Perdagangan berjalan cukup ramai dengan transaksi di seluruh pasar mencapai 134.458 kali pada volume 4.952 juta lembar saham senilai Rp 3,86 triliun. Sebanyak 105 saham naik, 89 saham turun dan 69 saham stagnan.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Astra International (ASII) naik Rp 700 menjadi Rp 50.500, Telkom (TLKM) naik Rp 150 menjadi Rp 8.200, Jasa Marga (JSMR) naik Rp 125 menjadi Rp 2.300, PTBA naik Rp 300 menjadi Rp 16.800, BNI (BBNI) naik Rp 100 menjadi Rp 2.975.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 150 menjadi Rp 6000, Indika Energy (INDY) turun Rp 50 menjadi Rp 3.225, PGN (PGAS) turun Rp 25 menjadi Rp 4.100, Bank Danamon (BDMN) turun Rp 100 menjadi Rp 5.400, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 150 menjadi Rp 20.500, London Sumatera Indonesia (LSIP) turun Rp 150 menjadi Rp 2.400.
(qom/qom)











































