Tambang WBM Berhenti Operasi, Produksi Bayan Terganggu

Tambang WBM Berhenti Operasi, Produksi Bayan Terganggu

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Selasa, 27 Jul 2010 18:30 WIB
Jakarta - Tambang milik PT Wahana Baratama Mining (WBM), anak usaha PT Bayan Resources Tbk (BYAN), berhenti beroperasi akibat curah hujan yang tinggi sepanjang 22-25 Juli 2010. Dengan demikian maka, target produksi tambang tersebut baru bisa dikejar setelah air susut.

"Di Kalimantan kan hujan terus, jadi tambang kita masih tergenang akibat banjir," ungkap Corporate Secretary BYAN, Jenny Quantero dalam perbincangannya kepada detikFinance di Jakarta, Selasa (27/7/2010).

Wahana Baratama merupakan salah satu anak usaha milik BYAN. Tambang WBM yang berlokasi di Satui, Kalimantan Selatan, mengalami curah hujan yang tinggi dan buruk sepanjang 22-25 Juli 2010. Hal ini mengakibatkan banjir menggenangi tambang dan mengganggu produksi batubara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tambang anak usaha, tahun lalu memproduksi 2,9 metric ton. Dan untuk jumlah produksi saat ini, tidak bisa diperkirakan karena angkanya naik-turun. Enggak bisa dihitung seperti itu, terlalu susah," jelasnya.

Direktur Utama BYAN Eddie Chin menegaskan, perseroan telah berupaya untuk mengatasi gangguan tersebut. "Saat ini sudah jelas bahwa operasi tidak dapat dimulai kembali dalam waktu dekat," ujar Eddie.

Ia menambahkan, produksi akan meningkat setelah proses pengeringan tambang. Perseroan pun butuh waktu untuk melakukan pembersihan.

"Kami memantau dan meneliti dan bekerja sama dengan kontraktor. Kami akan beritahu lebih lanjut sejalan dengan perkembangan situasi dan memberi konfirmasi begitu kami dapat memulai kembali operasi pertambangan secara normal," tambahnya.

Wahana Baratama merupakan anak usaha Bayan Resources yang berdiri pada tahun 1994. Wahana Baratama mempunyai PKP2B generasi III dan hak menambang di Kalimantan Selatan.

Tambang ini memiliki total wilayah konsesi 7.811 hektar. Sejak 31 Maret 2008, proyek Wahana memiliki total cadangan open cut batubara bituminus terbukti dan terkira, 75,8 juta ton. Nilai kalori rata-rata 6.480 kcal per kg dan rasio rata-rata pengupasan tanah 15.0:1.

(wep/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads