Dalam revisi laporan keuangan triwulan I-2010 PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) terungkap penempatan deposito perseroan di PT Bank Capital Tbk (BACA) hanya Rp 424,301 miliar. Padahal, dana deposito itu sebelumnya berjumlah Rp 3,758 triliun, sehingga ada Rp Rp 3,334 triliun yang dihapus karena dianggap salah pencatatan.
Menurut laporan keuangan revisi BNBR dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (28/7/2010) tercatat saldo setera kas berbentuk deposito berjangka di BACA hanya Rp 424,301 miliar.
Padahal pada pengumuman sebelumnya, jumlah deposito tercatat Rp 3,758 triliun. Artinya, BNBR telah salah melakukan pencatatan dana deposito sebesar Rp 3,334 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari laporan revisi ini pula terangkum saldo kas dan setara kas (konsolidasi) mencapai Rp 1,415 triliun. Bandingkan dari kinerja keuangan yang dilaporakan pada bulan Juni 2010, mencapai Rp 5,334 triliun. Terdapat selisih hingga Rp 3,919 triliun.
Seperti diketahui, kisruh penempatan dana perusahaan grup Bakrie dimulai sejak ditemukannya selisih antara laporan keuangan Bank Capital dengan laporan keuangan PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) sebesar Rp 6,884 triliun.
Terkait adanya kisruh tersebut, BEI pun telah meminta keterangan manajemen Danatama guna meinta keterangan lebih lanjut. Sebab, menurut penjelasan manajemen Bakrie 7, pemilihan penempatan dana di deposito BACA dalam aksi-aksi korporasi Bakrie 7 dilakukan atas permintaan Danatama. (wep/ang)











































