Demikian disampaikan Divisi Kesekretariatan Corporate Secretary Bank DKI Romy Wijayanto yang ditemui di Hotel JW Marriot , Kuningan, Jakarta, Kamis (29/7/2010).
"Sedang proses ke Bapepam. Kita akan ekspos Agustus, terbit sekitar September oke. Nilainya Rp 750 miliar," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk ekspansi. Kita juga masih paling besar di konsumer, sekitar 60-70%. Nanti juga akan masuk ke korporasi dan komersil, karena Direktur Marketing kita yang baru pengalaman di sana," paparnya.
Total pembiayaan hingga akhir Juni 2010 Bank DKI sebesar Rp 7,29 triliun. Ini meningkat dibanding posisi yang sama tahun lalu Rp 6,7 triliun.
"NPL kita turun dari 5,75% jadi 4,05%. NPL net turun jadi 1,48%," ucapnya.
Untuk dana pihak ketiga (DPK) Bank DKI mencatat nilai sebesar Rp 13,6 triliun hingga akhir semester I-2010. DPK naik 19,16% dari semester I-2009 yang sebesar Rp 11,7 triliun.
"Giro perseroan naik Rp 4,2 triliun menjadi Rp 6,2 triliun atau tumbuh 48,33%. Tabungan dari Rp 1,8 triliun menjadi Rp 2,1 triliun atau tumbuh 15,43%. Deposito sebesar Rp 5,5 triliun, turun dari Rp 5,6 triliun. Ini memang tujuan kita. Menurunkan dana mahal dan tingkatkan dana murah," imbuhnya.
(wep/dnl)











































