Mengawali perdagangan, IHSG langsung melemah tipis 4,402 poin (14%) ke level 3.092,414. Indeks LQ 45 juga melemah 1,121 poin (0,19%) ke level 595,715. Namun IHSG cepat berbalik arah menguat dan sempat mencapai titik tertingginya pada 3104,079.
Namun rekor itu tidak bertahan lama karena selanjutnya koreksi atas saham unggulan terutama ASII menyeret IHSG ke teritori negatif. Saham ASII mengalami koreksi teknikal setelah sebelumnya mengalami kenaikan besar merespons keluarnya laporan keuangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rekor tertinggi IHSG dipegang pada perdagangan Kamis, 29 Juli ketika IHSG sempat menembus rekor tertinggi intraday di level 3097,19 sebelum akhirnya ditutup pada level 3096,815.
Sementara bursa-bursa regional lainnya juga mengalami koreksi hingga sesi siang ini.
Indeks Hang Seng melemah 105,75 poin (0,50%) ke level 20.988,07.
Indeks Nikei-225 melemah 171,78 poin (1,77%) ke level 9.524,24.
Indeks Straits Times melemah 14,25 poin (0,48%) ke level 2.983,40.
Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 68.105 kali pada volume 4.009 juta lembar saham senilai Rp 1,338 triliun. Sebanyak 85 saham naik, 81 saham turun dan 78 saham stagnan.
Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra International (ASII) turun Rp 900 menjadi Rp 51.850, Unilever (UNVR) turun Rp 100 menjadi Rp 17.050, Bank Danamon (BDMN) turun Rp 100 menjadi Rp 5400, Kalbe Farma (KLBF) turun Rp 25 menjadi Rp 2.425.
Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 200 menjadi Rp 19.650, United Tractor (UNTR) naik Rp 100 menjadi Rp 20.150, BW Plantations (BWPT) naik Rp 50 menjadi Rp 770.
(qom/qom)











































