Rugi Kurs, Laba Telkom Turun Tipis 0,7%

- detikFinance
Jumat, 30 Jul 2010 14:47 WIB
Jakarta - PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) membukukan penurunan tipis laba bersih 0,7% persen di semester I-2010 menjadi Rp 6 triliun akibat rugi selisih kurs. Sementara pendapatan perseroan meningkat 5% menjadi Rp 34,43 triliun dari sebelumnya Rp 32,612 triliun.

Seperti dikutip dari siaran pers perseroan di situs resmi Telkom, Jumat (30/7/2010), adanya penurunan laba selisih kurs sebesar Rp 439 miliar dibandingkan periode sebelumnya, mengakibatkan beban bersih lainnya naik sebesar Rp 440 miliar atau 1.124% sehingga laba Bersih turun ke Rp 6 triliun dari sebelumnya Rp 6,04 triliun.

"Laba bersih sedikit menurun akibat apresiasi Rupiah terhadap mata uang asing, namun EBITDA naik 2,9% dibandingkan periode sama tahun lalu," kata Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah dalam siaran per tersebut.

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telekomunikasi itu mencatat kenaikan EBITDA sebesar Rp 529 miliar atau 2,9% dari Rp 18,253 triliun menjadi Rp 18,782 triliun.

Sementara itu, naiknya pendapatan usaha sebanyak Rp 1,631 triliun atau 5% itu sebagian besar disumbangkan oleh kenaikan Pendapatan Data, Internet, dan Jasa Teknologi Informatika sebesar Rp 1,588 triliun atau 18%.

Pendapatan Telepon Seluler naik sebesar Rp 439 miliar atau 3%, sedangkan Pendapatan Telepon Tetap turun sebesar Rp 760 miliar atau 10% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sampai dengan semester I-2010, jumlah pelanggan baru selular meningkat 6,7 juta pelanggan atau tumbuh sebesar 16,2% menjadi 88,3 juta pelanggan dan jumlah pelanggan fixed broadband mencapai 1,4 juta pelanggan atau tumbuh 73,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pada periode yang sama, beban usaha perseroan mengalami kenaikan sebesar Rp 1,849 triliun atau 9%. Kenaikan ini terutama disebabkan kenaikan beban operasi dan pemeliharaan sebesar R p1,394 triliun atau 20% serta beban depresiasi dan amortisasi sebesar R p737 miliar atau 11% sejalan dengan expansi Node B (3G).

Selain itu beban karyawan dan beban umum dan sdministrasi turun masing-masing sebesar Rp 213 miliar dan Rp 119 miliar atau 6% dan 10%. (ang/dnl)