Euforia Sambut Laporan Keuangan

Ulasan IHSG Sepekan

Euforia Sambut Laporan Keuangan

- detikFinance
Senin, 02 Agu 2010 07:03 WIB
Jakarta - IHSG selama pekan lalu bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat hingga menembus rekor tertingginya. Selama sepekan IHSG naik sebesar 0,89% sebagai cermin dari positifnya pandangan investor terhadap kinerja emiten Indonesia pada kuartar kedua 2010.

"Euforia ini tidak hanya terjadi di bursa Indonesia melainkan juga terjadi di Bursa Amerika sebagai bursa acuan dunia serta bursa lainnya di Eropa dan Asia," ulas Muhammad Fikri, analis dari BNI dalam revew-nya yang dikutip detikFinance, Senin (2/8/2010).

Seperti diketahui, pada pekan lalu indeks Dow Jones mencapai pekan terbaiknya pada tahun ini. Indeks Dow Jones mampu menguat sebesar 7,1% selama bulan Juli. Penguatan Dow Jones minggu lalu didorong oleh sentimen tumbuhnya pendapatan perusahaan-perusahaan besar di Amerika pada kuartal II-2010.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Walaupun demikian penguatan Dow Jones sempat tertahan pada pekan terakhir perdagangan minggu lalu setelah dirilisnya ekspektasi pertumbuhan GDP Amerika pada kuarter kedua 2010 yang tumbuh lebih rendah dibanding kuarter sebelumnya.

"Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa apa yang telah dikatakan presiden the Fed di depan Senat AS mengenai potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi AS bukanlah isapan jempol belaka," urainya.

Sentimen negatif mengenai kondisi makroekonomi AS tersebut telah menekan Dow Jones sehingga melemah 0,01% pada akhir perdagangan pekan lalu dan diprediksi pelemahan tersebut akan berlanjut pada perdagangan pekan depan.

"Lebih jauh para analis mempercayai bahwa Bursa Amerika minggu depan akan mendapatkan ujian baru dengan dirilisnya laporan pertumbuhan pekerjaan dan Indeks kepercayaan konsumen bulanan yang diprediksi pasar akan kembali turun. Dua sentimen tersebut akan menentukan arah pergerakan bursa saham Amerika," jelas Fikri.

Kondisi makroekonomi Amerika yang tidak menggemberikan tersebut dipercaya akan memberikan dampak kepada bursa saham Indonesia. Sentimen negatif mengenai ekonomi amerika akan menjadi penggerak investor asing untuk melakukan aksi profit taking mengingat bursa Indonesia sudah mengalami kenaikan yang cukup tinggi dibandingkan dengan bursa lainnya di dunia. Hal ini ditambah dengan berakhirnya sentimen laporan keuangan emiten yang selama satu bulan ini telah menjadi triger utama penguatan bursa saham Indonesia.
 
"Sebagai dampaknya IHSG minggu depan diprediksi akan mendapatkan tekanan jual  dan berpotensi melemah mengingat IHSG selama ini sudah memasuki area jenuh beli. Investor asing diprediksi akan memanfaatkan sentimen negatif dari amerika untuk melakukan aksi jual. Kondisi tersebut telah terlihat pada perdagangan akhir pekan lalu dimana investor asing mencatatkan penjualan bersih (net buy sell) sebesar Rp 25,48 miliar," papar Fikri.




(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads