Menurut Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah, perseroan telah mengirimkan surat penawaran resmi kepada Tanjung Mustika pekan lalu, untuk menambah jumlah saham mereka di Patrakom. Ini lazim sesuai dengan ketentuan yang berlaku, saat pemegang saham suatu perusahaan ingin melepas kepemilikan, wajib menawarkan terlebih dahulu ke pemegang saham existing.
"Untuk Patrakom, penilaian value saham sudah selesai. Kita sudah kirim surat kepada pemegang saham lainnya, yaitu Tanjung Mustika, yang memiliki 20%, untuk bisa ambil nggak?," jelas Rinaldi saat ditemui di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (2/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah 2-3 minggu ini, kita tawarin ke pemegang saham lama, Trigatra," paparnya.
Seperti diketahui sebelumnya, BUMN telekomunikasi ini menargetkan perolehan dana sekitar Rp 500 miliar dari penjualan anak usahanya, Patrakom dan CSM. Divestasi keduanya diharapkan rampung di triwulan-III 2010.
Menurutnya, beberapa perusahaan yang berminat ini ada yang bergerak pada industri telekomunikasi dan investasi. Meski sudah memasang target penjualan, namun ia mengaku belum satupun dari perusahaan yang berminat tersebut melakukan penawaran. Dalam aksi korporasi ini, perusahaan pelat merah itu sudah menunjuk PT Bahana Securities.
Telkom saat ini memiliki 40% saham di Patrakom. Sedangkan di CSM, hanya 25%. Pelepasan ini dilakukan agar perseroan fokus pada inti bisnis perseroan, hingga tidak terjadi tumpang-tindih di antara anak usaha perseroan lainnya.
Kedua anak usaha Telkom ini melayani bidang jasa akses satelit (v-sat). Eko juga belum bersedia menyebutkan harga penawaran yang diajukan Telkom terhadap anak usahanya ini. Valuasi harga, lanjutnya, masih terus dihitung.
Â
Â
(wep/dro)











































