"Data inflasi lebih tinggi dari survei, baik month on month (MoM) atau YoY. Dengan ini saham banking langsung terpengaruh," jelas analis pasar dari PT Reliance Securities, Agustini Hamid kepada detikFinance, Senin (2/8/2010).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun pada pukul 16.00, ditutup melemah 10,301 poin (0,33%) ke level 3.058,979. Indeks LQ 45 juga melemah 3,657 poin (0,61%) ke level 586,268. Hal ini disebabkan peningkatan inflasi, yang menimbulkan kekhawatiran investor akan terjadinya peningkatan level BI Rate.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Inflasi sangat relasi dengan saham-saham ini, tapi Aneka Industri dan Astra juga turun," ucap Agustini.
Disaat yang sama, saham-saham komoditi justru naik seperti PT International Nickel Tbk (INCO), serta PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Namun, kenaikan saham komoditas tidak terkait langsung dengan inflasi.
"Ini lebih karena sentimen dan individual saham. Serta harga komoditas di pasar micro spot. INCO naik 6,06% atau setara 250 poin. Antam juga naik," paparnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulan Juli 2010 mencapai 1,57%. Besaran inflasi Januari-Juli 2010 4,02%, sementara inflasi year on year 6,22%.
Â
Â
(wep/dro)










































