Sentimen Redenominasi dan Inflasi Pangkas IHSG 46 Poin

Sentimen Redenominasi dan Inflasi Pangkas IHSG 46 Poin

- detikFinance
Selasa, 03 Agu 2010 12:06 WIB
Sentimen Redenominasi dan Inflasi Pangkas IHSG 46 Poin
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot 46 poin setelah sempat menguat tinggi pada awal perdagangan. Data inflasi Juli 2010 yang menunjukkan peningkatan serta wacana redenominasi mata uang menimbulkan kekhawatiran pasar.

Mengawali perdagangan, IHSG dibuka naik tipis ke level 3.059,372 dan langsung menguat ke level 3.084,168, naik 26 poin dari penutupan kemarin di level 3.058,979.

Sayangnya penguatan tidak bertahan lama. IHSG langsung berbalik arah ke zona negatif seiring dengan pelemahan saham-saham sektor konsumsi dan perbankan hingga sempat menyentuh level 3.011,151 atau turun 46 poin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sentimen positif bursa-bursa regional Asia yang masih melanjutkan penguatan mengikuti penguatan bursa Wall Street tampaknya tidak mampu membuat IHSG bertahan di zona hijau.

Sentimen negatif yang berasal dari dalam negeri sepertinya lebih mempengaruhi pergerakan pasar pada perdagangan hari ini. Data Biro Pusat Statistik (BPS) yang merilis peningkatan angka inflasi bulan Juli 2010 serta adanya wacana pemotongan nilai nominal uang (redenominasi) menimbulkan kekhawatiran pelaku pasar.

Saham-saham sektor konsumsi dan perbankan, dua sektor yang paling rentan terhadap dua sentimen tersebut, langsung merosot cukup dalam. Koreksi saham-saham raksasa perbankan seperti BCA (BBCA), Bank Mandiri (BMRI) dan BRI (BBRI) memimpin laju penurunan diikuti dengan saham-saham konsumsi.

Saham-saham sektor pertambangan tampak menguat sendirian lantaran masih adanya daya beli pada sejumlah saham tambang logam dan batubara. Namun secara umum, sebagian besar saham unggulan terkena imbas aksi jual pada saham perbankan dan konsumsi, sehingga menggiring IHSG ke zona merah.

Dalam situasi seperti ini, saham-saham lapis dua dan tiga tampak menjadi incaran investor. Saham-saham gorengan seperti Energi Mega (ENRG), Benakat (BIPI) dan sebagainya menguat tajam lebih dari 15% lantaran sentimen positif telah membayar denda kisruh deposito di Bank Capital (BACA) masing-masing sebesar Rp 500 juta.

Transaksi investor asing didominasi aksi jual dengan posisi transaksi jual bersih sebesar Rp 189,180 miliar.

Pada perdagangan Selasa (3/8/2010) sesi I, IHSG ditutup merosot 46,453 poin (1,51%) ke level 3.012,526. Indeks LQ 45 juga melemah 9,897 poin (1,68%) ke level 576,371.

Bursa-bursa regional mulai bergerak variatif namun masih didominasi penguatan:

  • Indeks Shanghai turun 16,95 poin (0,63%) ke level 2.655,57.
  • Indeks Hang Seng naik 106,45 poin (0,50%) ke level 21.519,24.
  • Indeks Nikkei-224 menguat 88,63 poin (0,93%) ke level 9.658,94.
  • Indeks Straits Times turun 1,37 poin (0,05%) ke level 3.023,67.


Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 70.927 kali pada volume 3,095 miliar lembar saham senilai Rp 2,511 triliun. Sebanyak 50 saham naik, 158 saham turun dan 63 saham stagnan.

Saham-saham yang naik harganya antara lain Indo Tambang (ITMG) naik Rp 350 ke Rp 38.400, Indocement (INTP) naik Rp 350 ke Rp 16.850, Tjiwi Kimia (TKIM) naik Rp 175 ke Rp 2.625, Lonsum (LSIP) naik Rp 100 ke Rp 9.000.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra International (ASII) turun Rp 2.300 ke Rp 47.650, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 350 ke Rp 35.950, Semen Gresik (SMGR) turun Rp 350 ke Rp 8.750, BCA (BBCA) turun Rp 250 ke Rp 5.700, BRI (BBRI) turun Rp 200 ke Rp 9.250, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 200 ke Rp 5.650.

Β 

Β 

Β 
(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads