Pada perdagangan preopening, IHSG sempat naik tipis 4,241 poin (0,14%) ke level 2.977,897. Sedangkan Indeks LQ 45 juga naik 1,071 poin (0,19%) ke level 569,181.
Namun, ditempa dnegan berbagai sentimen negatif, seperti rencana Bank Indonesia (BI) melakukan redenominasi rupiah dan tingkat inflasi yang cukup tinggi, IHSG akhirnya masuk zona merah dengan melemah tipis 3 poin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain sentimen negatif dari dalama negeri, memerahnya beberapa bursa saham Asia juga turut membantu penurunan IHSG ke zona merah. Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG kian melemah 9,498 poin (0,32%) ke level 2.964,158, dan Indeks LQ 45 turun 2.207 poin (39%) ke level 565,903.
IHSG masih terus anjlok sejak pedagangan kemarin. Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup anjlok 85,323 poin (2,78%) ke level 2.973,656. Hal ini terjadi menyusul BI yang mengakui tengah mengkaji redenominasi rupiah.
Sehingga terjadi aksi profit taking yang terjadi pada perdagangan bursa kemarin. Terutama investor yang menarik dananya dari pasar modal guna membeli dolar AS yang dinilai lebih aman daripada memegang rupiah yang tengah diguncang isu redenominasi membuat IHSG terpuruk.
Bursa regional dibuka bervariasi, berikut kondisinya pagi ini:
- Indeks Komposit naik Shanghai 7,15 poin (0.27%) ke levek 2.634,15
- Indeks Hang Seng naik 125,67 poin (0,59%) ke level 21.583,33
- Indeks Nikkei turun 225 145,42 poin (1,50%) ke level 9.548,59
- Indeks Straits Times turun 4,85 poin (0,16%) ke level 3.009,92











































