PT Adaro Energy Tbk (ADRO), melalui anak usahanya PT Saptaindra Sejati menargetkan bisa mengangkut hasil produksi batubara sebesar 45 juta ton hingga tahun 2014. Untuk itu, perseroan menyiapkan dana segar sebesar US$ 430 juta.
"Capex salah satunya kita siapkan US$ 430 juta, under SIS," jelas Director and Corporate Secretary ADRO, Andre J. Mamuaya saat ditemui di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Rabu (4/8/2010).
Ia menambahkan, belanja modal yang lain digunakan untuk pembiayaan rutin dan biaya perawatan. Jumlahnya sebesar US$ 200 juta. Ada pula dana US$ 400 juta, yang digunakan untuk conveyoer system.
"Untuk conveyoer dibagi dua (US$) 200-200 juta," tambah Andre.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang SIS hanya 30% dari konsolidasi," jelasnya.
Perseroan pun sepanjang triwulan I-2010 mencatat kenaikan produksi batubara sebesar 10% dari 9,034 juta ton menjadi 9,93 juta ton. Peningkatan serupa juga terjadi pada penjualan perseroan, menjadi 9,59 juta ton.
(wep/ang)











































