PT Adaro Energy Tbk (ADRO) tengah membidik pasok batubara ke 2 PLTU milik PLN. Total kebutuhan 2 PLTU tersebut sekitar 5,2 juta hingga 7 juta ton batubara per tahunnya.
"Kami tengah dalam tender memasok batubara ke 2 PLTU milik PLN," ujar Direktur ADRO Andre J Mamuaya di gedung Bursa Efek Indonesia, SCBD, Jakarta, Rabu (4/8/2010).
PLTU yang dimaksud adalah PLTU Pemalang 2X1000 mega watt (MW) dan PLTU Kalsel 2X100 MW. Andre menjelaskan, total kebutuhan pasokan batubara untuk PLTU Pemalang yang nilai investasinya mencapai US$2 miliar tersebut mencapai 4,5-6 juta ton per tahun, sedangkan PLTU Kalsel membutuhkan sebanyak 1,2-1,5 juta ton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kegiatan coal supplier merupakan salah satu dari tiga fokus strategi pertumbuhan usaha perseroan. Perseroan diharapkan bertumbuh secara organik melalui kegiatan bisnis Adaro Indonesia, memperkuat whole supply chain antara lain melalui pembangunan conveyor system, coal supplier, dan independent power producer (IPP), dan strategi terakhir adalah melalui akuisisi.
Di bidang IPP, saat ini perseroan melalui anak usaha PT Makmur Sejahtera Wisesa tengah menyelesaikan pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 2X30 MW yang ditujukan untuk kebutuhan tenaga listrik tambang perseroan di Kalimantan Selatan.
Mengenai akusisi, Andre mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum dapat menjelaskan lebih lanjut soal aset tambang yang diincar. "Kita tentunya akan mencari top quality asset, tapi hingga saat ini kita belum dapat menjelaskan apa-apa," ujarnya.
(dro/ang)











































