Rights Issue 11,3%, Bank Mandiri Bidik Rp 14,5 Triliun

Rights Issue 11,3%, Bank Mandiri Bidik Rp 14,5 Triliun

Indro Bagus - detikFinance
Rabu, 04 Agu 2010 14:07 WIB
Jakarta -

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) telah memastikan akan menerbitkan 11,3% saham baru dengan hak memesan terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue pada akhir triwulan IV-2010 atau awal triwulan I-2011. Pemerintah kemungkinan akan mengeksekusi haknya dalam rights issue ini.

"Porsi saham baru yang akan dilepas fix sebesar 11,3%," ujar Chief Financial Officer BMRI, Pahala N Mansury di gedung Bursa Efek Indonesia, SCBD, Jakarta, Rabu (4/8/2010).

Target dana yang akan diperoleh dari rights issue 2,4 miliar saham baru ini sebesar Rp 14,5 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pelaksanaan rights issue antara akhir triwulan IV-2010 hingga awal triwulan I-2011," ujarnya.

Selain agenda rights issue, pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas BMRI juga berencana melepas saham ke publik. Namun pemerintah masih mengkaji mekanisme pelepasannya.

Pahala mengatakan, pemerintah kini tengah mengkaji 2 opsi dalam menanggapi rights issue ini. Opsi pertama adalah pemerintah tidak mengeksekusi rights issue dan akan melepas sahamnya ke publik pasca rights issue. Opsi kedua, pemerintah akan menyerap rights issue baru kemudian saham tersebut akan dilepas kembali kemudian.

"Jadi kalau opsi pertama, kepemilikan pemerintah saat ini sebanyak 14 miliar saham akan berkurang, sedangkan opsi kedua tidak. Kelihatannya pemerintah akan mengambil opsi kedua, sehingga jumlah saham pemerintah setelah rights issue dan pelepasan saham tidak berubah, tetap 14 miliar saham," jelasnya.

(dro/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads