Demikian disampaikan Presiden Direktur LSIP, Benny Tjoeng di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), SCBD Jakarta, Rabu (4/8/2010).
Ia menjelaskan, tahun ini perseroan menganggarkan dana untuk belanja modal Rp 500 miliar. Dimana 30% diantaranya digunakan untuk rencana penanaman pohon sawit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai dengan saat ini total lahan tertanam dan lahan yang belum tertanam perseroan, masing-masing mencapai 100.000 hektar. Sebelumnya perseroan menargetkan penanam sawit baru mencapai 5.000 ha. Namun karena pertimbangan lahan yang mendukung lingkungan menjadikan perseroan memangkas target tersebut.
"Bukan hanya faktor moratorium. Karena lingkungan juga," ucapnya.
Hingga akhir triwulan-I 2010, total capex yang telah digunakan perseroan mencapai Rp 89 miliar. Rp 33 miliar diantaranya untuk pendanaan tanaman sawit. Sisanya untuk operasional lainnya.
Perseroan juga mengharap, badai Lanina mulai mereda dan tidak produksi sawit perseroan. "Yang penting itu, sawit tidak stress. (Air) tidak boleh berlebihan. Dan sungai tidak meluap, karena akan bajir ke lahan. Kami harap kuartal-II sudah mulai mereda," tuturnya.
(wep/ang)











































