Demikian disampaikan Bank Indonesia (BI) dalam laporan Tinjauan Kebijakan Moneter yang dikutip detikFinance, Kamis (5/8/2010).
BI dalam laporan tersebut menyebutkan, apresiasi rupiah di bulan Juli 2010 disertai dengan volatilitas yang menurun. Tingkat volatilitas rupiah selama bulan Juli 2010 mencapai 0,19%, lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai 0,51%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara dari sisi eksternal, kondisi perekonmian global yang membaik mendorong kinerja rupiah. Searah dengan kondusifnya pasar keuangan global, mayoritas nilai tukar global bergerak menguat terhadap dolar AS.
Sentimen terhadap krisis utang Eropa sedikit mereda menyusul rilis indikator perekonomian kawasan Eropa yang masih menunjukkan perbaikan dan rilis hasil stress test perbankan Eropa yang lebih baik dari perkiraan pasar.
"Relatif kondusifnya pasar keuangan global kembali memperbaiki minat berinvestasi investor global untuk menanankan dananya di kawasan emerging market, temasuk Indonesia," jelas laporan tersebut.
Dari sisi domestik, solidnya fundamental perekonomian domestik mendorong perbaikan indikator risiko investasi Indonesia. Pada akhir Juli 2010, yield spread Global Bond Indonesia dengan US T-Note turun ke 210 bps.
Kepercayaan terhadap surat utang Indonesia juga meningkat, seperti tercermin pada turunnya CDS Indonesia sebesar 36 bps ke level 153 bps di akhir bulan laporan.
(dnl/qom)











































