"Tidak di tahun ini, baru tahun depan. Dengan sebelumnya kita punya sendiri (klinik kesehatan) 40-50 klinik," ujar Corporate Secretary KLBF, Vidjongtius ketika ditemui di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), SCBD, Jakarta, kamis (5/8/2010).
Sampai dengan saat ini perseroan baru memiliki 20 unit klinik. Klinik dijanjikan Vidjongtius, akan menjadi pelengkap antara tenaga medis dan layanan pemasaran obat kesehatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, seiring dengan membaiknya kinerja perseroan hingga semester-I 2010, KBLF merevisi target laba bersih mereka menjadi Rp 1,3 triliun hingga Desember 2010, dari sebelumnya, Rp 1,1 triliun.
"Ada produktivitas, khususnya pada obat generik. Untuk itu target laba kita koreksi, yang sebelumnya tumbuh 20% dibanding 2009, Rp 929 miliar," ucap Vidjongtius.
Pabrik baru yang memproduksi obat generik, ditargekan akan dapat beroperasi di tahun 2011 dengan nilai investasi Rp 100 miliar. Sumber dana didapat dari anggaran belanja modal sebesar Rp 450 miliar.
"Tahun depan memang akan ada penambahan capex sekitar Rp 100-200 miliar, hingga di 2011 menjadi Rp 500-600 miliar. Masih proses budgeting," jelasnya.
(wep/dnl)











































