"Capex yang sudah kita kucurkan ke BCON sekitar 70% dari investasi yang disiapkan sebesar US$ 100 juta," ujar Direktur Keuangan BTEL, Jastiro Abi di gedung Bursa Efek Indonesia, SCBD, Jakarta, Kamis (5/8/2010).
BCON merupakan anak usaha BTEL yang baru saja didirikan 11 Maret 2010. BCON bergerak di bidang perdagangan produk dan jasa berbasis internet provider dan multimedia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabarnya, ekspansi BTEL di sektor data melalui BCON ini berkaitan rencana konsolidasi Esia dengan Flexi milik PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Sayangnya, Jastiro belum dapat membeberkan detilnya.
Ia juga enggan memberitahu perkembangan pembicaraan dengan manajemen TLKM terkait rencana merger Esia dan Flexi. "Masih bicara, belum ada yang bisa kita umumkan," ujarnya.
Direktur Utama TLKM Rinaldi Firmansyah kemarin mengatakan kalau pembicaraan ini bersifat terbuka dan tidak mengikat, sehingga TLKM mengaku tetap membuka peluang untuk mengkonsolidasikan Flexi dengan pihak lain.
"Kita terbuka dengan berbagai kemungkinan. Pembahasan dengan BTEL tidak bersifat mengikat. Jadi masih terlalu dini untuk mengumumkan sesuatu," ujarnya.
(dro/ang)











































