Sebanyak 3 bank dalam negeri memberikan fasilitas kredit sebesar US$ 90 juta kepada PT Medco E&P Lematang, (MELP), anak perusahaan PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi). Tiga bank tersebut adalah PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank Central Asia Tbk (BCA).
Kredit ini diberikan untuk untuk pengembangan lapangan gas Singa di Blok Lematang, Sumatera Selatan Masing-masing bank memberikan fasilitas kredit sebesar US$ 30 juta, sehingga total kredit sindikasi untuk proyek ini sebesar US$ 90 juta. Ketiga bank bertindak sebagai joint lead arranger.
Menurut Direktur Business Banking BNI Krishna Suparto, pemberian fasilitas kredit ini merupakan salah satu upaya mendukung pengembangan industri migas serta mendukung program ketahanan energi nasional
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemberian fasilitas kredit sindikasi ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kredit antara Direktur Business Banking BN Krishna Suparto, Presiden Direktur BCA Djohan Emir Setijoso dan Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Riswinandi, dengan Presiden Direktur/CEO MedcoEnergi Darmoyo Doyoatmojo, yang juga disaksikan Wakil Kepala BP Migas Hardiono.
PT Medco E&P Lematang akan memasok jumlah volume gas sebesar 53.265,60 miliar British Thermal Unit (BBTU) dengan jumlah nilai maksimum US$ 287,11 juta untuk jangka waktu 3 tahun 2 bulan efektif sejak bulan Maret 2010 hingga April 2013 dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).
Dengan ditandatangani kredit untuk pengembangan lapangan gas Singa ini, hingga total fasilitas kredit BNI ke Medco Group sebesar US$ 229 juta, sedangkan total fasilitas kredit untuk sektor migas sebesar US$ 963 juta atau sebesar 17,4% dari portfolio kredit korporasi. (ang/dro)










































