Mengawali perdagangan, IHSG dibuka naik tipis ke level 3.045,432 dan kemudian sempat melemah ke level 3.031,426, turun 13 poin dari penutupan kemarin di level 3.044,941.
Sentimen bursa-bursa regional Asia yang melemah sempat membuat IHSG ikutan jatuh ke zona merah. Untungnya, penguatan saham-saham raksasa perkebunan yang naik cukup tinggi berhasil mengangkat IHSG kembali ke zona positif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penguatan IHSG ini terjadi seiring dengan pembalikan arah sejumlah bursa regional Asia seperti bursa Shanghai dan Hang Seng. Bursa Jepang dan Strait Times masih minus.
Pada perdagangan Jumat (6/8/2010) sesi I, IHSG ditutup menguat tipis 3,615 poin (0,11%) ke level 3.048,556. Indeks LQ45 juga menguat tipis 0,772 poin (0,13%) ke level 581,591.
Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 43.960 kali pada volume 1,828 miliar lembar saham senilai Rp 1,375 triliun. Sebanyak 81 saham naik, 111 saham turun dan 60 saham stagnan.
Bursa-bursa Asia bergerak variatif setelah sempat melemah seluruhnya di awal perdagangan:
- Indeks Shanghai naik 3,70 poin (0,14%) ke level 2.624,45.
- Indeks Hang Seng menguat 69,65 poin (0,31%) ke level 21.619,05.
- Indeks Nikkei-225 turun 29,82 poin (0,31%) ke level 9.624,10.
- Indeks Straits Times turun 24,13 poin (0,80%) ke level 2.982,63.
Saham-saham lain yang naik harganya di top gainer antara lain Lonsum (LSIP) naik Rp 250 ke Rp 9.850, Astra Agro (AALI) naik Rp 200 ke Rp 21.050, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 150 ke Rp 35.650, Bisi Internasional (BISI) naik Rp 140 ke Rp 1.610, Smart (SMAR) naik Rp 100 ke Rp 3.500.
Sedangkan saham-saham yang mengalami koreksi antara lain Sarana Menara (TOWR) turun Rp 400 ke Rp 5.800, Mayora (MYOR) turun Rp 250 ke Rp 7.700, Plaza Indonesia (PLIN) turun Rp 200 ke Rp 1.100, Indofood (INDF) turun Rp 125 ke Rp 4.200, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 100 ke Rp 16.250, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 100 ke Rp 38.500.
Â
Â
(dro/qom)











































