Pendapatan Pembiayaan Emiten Multifinance Turun 22,37%

Pendapatan Pembiayaan Emiten Multifinance Turun 22,37%

- detikFinance
Senin, 09 Agu 2010 09:15 WIB
Pendapatan Pembiayaan Emiten Multifinance Turun 22,37%
Jakarta - Pendapatan pembiayaan 11 emiten multifinance tercatat menurun 22,37% di semester I-2010. Penurunan kinerja 4 emiten multifinance menjadi penyebab utamanya.

Demikian berdasarkan riset atas laporan keuangan 11 emiten tersebut, Senin (9/8/2010).

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 11 emiten pembiayaan yakni PT Batavia Prosperindo Finance Tbk (BPFI), PT Verena Oto Finance Tbk (VRNA), PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS), PT Clipan Finance Tbk (CFIN), PT Indocitra Finance Tbk (INCF), PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN), PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI), PT Buana Finance (BLBD), PT Adira Multidinamika Finance Tbk (ADMF), PT WOM Finance Tbk (WOMF) dan PT BFI Finance Tbk (BFIN).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Total pendapatan pembiayaan yang dikucurkan 11 emiten tersebut pada semester I-2010 tercatat sebesar Rp 2,498 triliun, turun 22,37% dari periode yang sama tahun 2009 sebesar Rp 3,218 triliun.

Padahal pendapatan pembiayaan dari 7 emiten multifinance masih meningkat. Penurunan tersebut dipicu oleh turunnya pendapatan pembiayaan Adira, WOM Finance, Buana Finance dan BFI Finance.

Pendapatan pembiayaan Adira turun 24,28% dari Rp 1,328 triliun menjadi Rp 1,005 triliun, WOM Finance menurun 30,09% dari Rp 348,631 miliar menjadi Rp 243,695 miliar, Buana Finance menurun dari Rp 72,737 miliar menjadi Rp 69,419 miliar dan BFI Finance turun dari Rp 320,204 miliar menjadi Rp 286,679 miliar.

Penurunan ini terjadi seiringan dengan penurunan pinjaman perbankan yang diperoleh 4 emiten tersebut. Pinjaman bank yang diterima Adira menurun 12,5% dari Rp 200 miliar menjadi Rp 175 miliar, pinjaman yang diterima WOM Finance menurun 20,31% dari Rp 677,850 miliar menjadi Rp 540,165 miliar, pinjaman yang diterima Buana Finance menurun 13,93% dari Rp 550,6 miliar menjadi Rp 473,878 miliar dan pinjaman yang diterima BFI Finance menurun 19,24% dari Rp 1,226 triliun menjadi Rp 991,794 miliar.

Menurunnya pinjaman bank, ternyata juga diikuti oleh menurunnya kas internal BFI Finance dan Buana Finance. Posisi kas dan setara kas BFI Finance anjlok drastis 29,90% menjadi Rp 279,340 miliar dari sebelumnya Rp 398,498 miliar. Begitupula posisi kas Buana Finance menurun tajam dari Rp 147,387 miliar menjadi Rp 36,925 miliar.

Diduga kuat, menurunnya posisi kas internal BFI Finance dan Buana Finance tersebut, lantaran dipakai untuk mendanai pembiayaan kendaraan bermotor ke konsumen. Hal itu sebagai konsekuensi dari menurunnya pinjaman bank yang diterima keduanya.

Kondisi itu berbeda dengan Adira yang cenderung aman dari segi pendanaan mengingat kucuran mudah diperoleh dari induk usahanya PT Bank Danamon Tbk (BDMN). Kas WOM Finance juga masih meningkat 12,91% dari Rp 138,291 miliar menjadi Rp 156,157 miliar.

Padahal, sebelumnya Direktur BFI Finance Cornelius Henry Kho mengatakan kalau perseroan menargetkan kucuran pinjaman bank sebesar Rp 1,5 triliun di semester I-2010. Namun realisasi yang diterima perseroan sebesar Rp 991,794 miliar.

Konon, keengganan bank memberikan pinjaman kepada BFI Finance sangat terkait erat dengan adanya sengketa saham antara direksi BFI Finance dengan PT Aryaputra Teguharta, mantan pemilik BFI Finance.

Akibat sengketa yang dimulai sejak 2002 dan hingga kini belum selesai itu, sejumlah bank besar dikabarkan telah membatalkan komitmen kreditnya ke BFI Finance. Namun ketika dikonfirmasi, Cornelius mengatakan kalau penurunan kucuran pinjaman bank dikarenakan perseroan belum terlalu membutuhkannya.

"Pinjaman lebih rendah karena belum ada kebutuhan. Namun kredit baru yang disalurkan untuk semester I-2010 lebih tinggi dibandingkan semester I-2009, kurang lebih 110%," ujar Cornelius.

 

 

(dro/dro)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads