Meski demikian, masuknya Garuda ke lantai bursa tetap akan dikawal oleh penjamin emisi milik negara, seperti Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas dan Bahana Securities.
"Nanti akan kita cari juga mitra internasional selain Danareksa, Bahana dan Mandiri yang sudah kita ajukan oleh Garuda," ujar Menteri BUMN Mustafa Abubakar di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (9/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka sudah usulkan, tapi belum kita tentukan," ujarnya.
Mustafa, optimistis pelepasan saham Garuda ke lantai bursa bisa dilakukan tahun ini, menyusul IPO PT Krakatau Steel yang akan dilakukan terlebih dahulu.
Maskapai pelat merah itu berencana menjual saham sebanyak maksimal 40 persen dengan target raupan dana sekira Rp 3-4 triliun.
(ang/dro)











































